26 September 2012

Tetap Terang Di Tengah Sambaran Petir

27 comments :
( gambar ditaut dari sini )

Sudah menjadi rahasia umum kalau kita mendengar kata Perusahaan Listrik Negara (PLN), kata-kata lain yang relevan adalah "mati lampu" (orang priangan biasa menyebutnya dengan istilah "aliran"), "kesetrum", dan "tarif listrik naik terus". Nyaris hanya kata-kata negatif yang akrab menyertai perusahaan BUMN ini. Tetapi apakah sebuah perusahaan yang dicap negatif oleh mayoritas masyarakatnya bisa mengubah imagenya menjadi jauh lebih positif?

Saya lahir dan menghabiskan masa kecil di Bandung, tepatnya di Padalarang tahun 1991. Pada saat itu listrik PLN sudah menjadi sahabat bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk saya. Keseharian saya di masa kecil yaitu menghabiskan waktu di depan televisi untuk menonton baja hitam RX, mendengarkan lagunya trio kwek-kwek di radio tape, bahkan tersengat listrik PLN pun pernah. Sungguh aktivitas yang tidak bisa lepas dari campur tangan listrik PLN, bukan?

Sayangnya aktivitas yang menghibur itu seringkali terganggu oleh pemutusan aliran listrik PLN. Bahkan pemadaman bergilir kerap dilakukan. Alasan PLN beragam, misalnya perawatan gardu berkala ataupun gangguan teknis akibat cuaca yang tidak bersahabat.

Syukurlah sejak tahun 2000 hingga sekarang pelayanan listrik PLN di desa kelahiran saya sudah jauh lebih baik, lebih memuaskan. Pemutusan aliran listrik pun jarang terjadi. Saya yakin itu adalah bukti nyata bahwa PLN mulai merombak manajemennya menjadi lebih profesional dan jauh dari praktek KKN.

Ternyata kejadian tak mengenakkan mengenai PLN terjadi lagi ketika saya beranjak dewasa. Setahun terakhir ini saya tinggal di rumah kakak di Bogor. Selain terkenal dengan kota hujan, ternyata Bogor terkenal juga dengan pemadaman bergilir PLN. Hampir setiap tiga hari sekali di wilayah Bogor dan sekitarnya terjadi pemadaman bergilir. 

Selain itu di Bogor seringkali terjadi "mati lampu" akibat jalur listrik yang tersambar petir. Tidak salah memang kalau Bogor dijuluki kota hujan dimana hujan di Bogor selalu disertai dengan angin serta petir yang intensitasnya sangat tinggi. Otomatis angin serta petir yang menyambar-nyambar itu memaksa listrik PLN untuk padam, gelap gulita.

(gambar ditaut dari sini )

Kebetulan saya adalah mahasiswa semester tiga di sekolah tinggi baru di Citeureup, Kab. Bogor. Setiap harinya, saya berkuliah pada malam hari. Alhasil, tanpa listrik dari PLN maka proses kuliah takkan bisa berlangsung. Beberapa kali kuliah dibatalkan akibat "mati lampu" ini. Akibatnya, selain mahasiswa yang rugi karena tidak mendapatkan ilmu, dosen pun sia-sia telah datang jauh-jauh tanpa memberikan kuliah.

Pihak kampus saya mengakalinya dengan genset. Tapi saya pikir genset bukanlah solusi yang cerdas dalam menanggulangi "mati lampu" ini. Untuk apa berlangganan listrik di PLN kalau PLN sendiri tidak bisa melayani masyarakat Indonesia dengan maksimal.

Ada beberapa harapan saya kepada perusahaan BUMN yang keberadaanya sangat dekat dengan masyarakat ini, diantaranya :

1. Agar PLN khususnya PLN wilayah Bogor dapat lebih cerdas dalam mengantisipasi cuaca ekstrim kota hujan ini. Sebenarnya bukan tidak ada solusi dalam masalah ini. Misalnya saja, bisa ditanggulangi dengan mengganti tiang-tiang listrik menjadi instalasi listrik bawah tanah. Yang saya ketahui, tiang listrik mulai ditinggalkan oleh negara-negara maju. Instalasi listrik mereka seluruhnya sudah melalui bawah tanah. Sejauh yang saya lihat ada beberapa daerah di Bogor yang sudah diberlakukan penggantian tiang listrik ini. Alangkah baiknya kalau PLN wilayah Bogor memperluasnya hingga seluruh wilayah Bogor jalur listriknya tertanam di bawah tanah.

2. Mengenai Tarif Dasar Listrik (TDL) yang dikabarkan akan naik tahun depan, saya berpendapat bahwa hal itu memang perlu untuk dilakukan. Bagaimanapun, subsidi untuk listrik ini terlampau besar. Banyak yang bisa dihemat kalau subsidi untuk PLN dikurangi. Saya sebagai masyarakat biasa hanya mengharapkan pelayanan yang lebih maksimal dari PLN. Saya lebih memilih untuk mendukung kenaikan TDL selama angka kenaikannya masih dalam tahap wajar. Jika TDL sudah naik, tentunya saya ingin mendapatkan imbalan berupa pelayanan yang ekstra dari PLN. Ada uang ada kualitas, bukan?

3. Manajemen PLN wajib bersih dari segala bentuk praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tanpa manajemen yang bersih, hasil kerja keras PLN hanya akan dinikmati oleh segelintir orang yang merasa berkepentingan. Saya sangat berharap tidak ada praktek KKN di dalam lingkungan PLN. PLN bukanlah sapi perahan milik para penguasa, melainkan perusahaan milik rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat Indonesia.

Selamat Hari Listrik Nasional ke-67. Semoga PLN dapat memberikan pelayanan lebih intens kepada semua masyarakat Indonesia. Dengan begitu kita berharap PLN dapat mengubah image negatif yang selama ini tertanam di benak masyarakat Indonesia. Hal itu sangat mungkin, asalkan PLN tetap konsisten dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, niscaya Good Corporate Governance (GCG) sesegera mungkin akan diraih PLN.

Yang terpenting bagi saya serta warga Bogor yang lain adalah semoga Bogor tetap terang di tengah sambaran petir.

24 September 2012

Talas Blogor Di Bebek Dubes

15 comments :

Hari Sabtu kemarin blogor mengadakan kopdar Talas Blogor yang dipandu oleh Pupuhu Blogor kang @harrismaul. Seminggu sebelumnya melalui milis, kang @harrismaul menanyakan siapa saja blogorian yang bisa hadir. Dan sekitar 25 blogorian - termasuk saya - yang mengonfirmasi bisa datang ke acara.

Kini giliran Bebek Dubes yang menjadi tuan rumah. Berada di Jl. Siliwangi - setelah Jl. Surya Kencana - lokasi tersebut memang strategis bagi pengusaha kuliner, dimana sepanjang Jl. Surya Kencana merupakan surganya kuliner di kota Bogor.

Sekitar jam 11 acara dimulai. Kang @harrismaul memaparkan beberapa rencana kegiatan Blogor ke depan. Beberapa diantaranya, insya allah pada tahun 2013 nanti Blogor akan mengadakan festival blogger skala internasional yang nama serta temanya masih dirahasiakan tentunya, hehe. Selain itu dalam waktu dekat akan ada beberapa acara pelatihan dan seminar-seminar yang akan diadakan Blogor. Tentunya kita harap semua acara tersebut dapat berlangsung sesuai rencana.

Struktur pengurus baru pun dirancang kemarin, dan terdapat sedikit perubahan, diantaranya peleburan satu bidang yaitu bidang yang sebelumnya dikoordinir oleh kang @chandraiman. Sekarang bidang tersebut dilebur ke bidang Kegiatan yang dipegang oleh pak @wkf2010. Selain itu tidak ada perubahan signifikan. Blogor tetap dan akan selalu mengusung prinsip kebersamaan dalam setiap kegiatannya.

Hmm.. mengenai hasil Talas Blogor selengkapnya nanti bisa dibaca di blogor.org

Dijamu Bebek Dubes

Akhirnya saat yang ditunggu oleh perut keroncongan pun tiba. Sebelumnya mbak Nindy sang pengelola Bebek Dubes menerima blogorian dengan ramah. "Hari ini GRATIS buat blogger Bogor semuanya." Sungguh pernyataan yang membuat adem hati serta dompet mahasiswa cekak seperti saya ini, hahahaha. Makasih mbak Nindy ;)

Kemudian mbak Nindy juga menjelaskan bahwa kata 'Dubes' merupakan kependekan dari Doa Usaha Bersama. Ternyata meleset dari anggapan kang MT dan kang @harrismaul yang mengira bahwa Bebek Dubes adalah Duta Besar negara bebek :D

Menu yang saya pesan adalah bebek selimut ijo. Untuk minumannya, saya memesan es teh tarik. Berikut penampakannya :


Seumur hidup jarang sekali makan bebek sih. Pertama kali makan bebek yaitu di rumah makan bebek di Madura bersama kakak saya. Selain itu saya menghindari masakan dari bebek, karena saya tidak terlalu suka dengan tekstur daging bebek yang alot, tipis, serta berbau tajam.

Tapi ternyata bebek di Bebek Dubes berbeda. Dagingnya cukup tebal, empuk, serta aromanya menggugah selera. Pun dengan selimutnya yang berwarna hijau itu, rasa rempah-rempahnya terasa sekali, pas, tidak terlalu pedas sehingga tidak mengurangi cita rasa daging bebek itu sendiri. Tapi jangan tanya saya apa saja rempah-rempah yang diracik ya, saya cuman doyan makan gak doyan masak, hehe.


Untuk minumannya saya memesan es teh tarik. Tidak terlalu manis, krimernya pas, dan aroma tehnya terasa. Dua jempol deh buat minuman ini. Lihat saja fotonya, hanya menyisakan setengahnya saja. Saking penasarannya saya memilih untuk meminumnya dulu ketimbang memotretnya. Doyan apa haus? Dua duanya :p

Setelah semua jamuan yang dipesan selesai dieksekusi, kang @harrismaul menutup acara kopdar ini. Sebagian blogorian ada yang melanjutkan acara di tempat lain, tapi ada juga yang memilih pulang. Saya sendiri langsung pulang ke Bandung.

Bravo selalu Blogger Bogor, semoga dapat lebih 'membogor' dan 'mengindonesia'. Makasih Bebek Dubes atas jamuannya :D

22 September 2012

Lagu Yang Akrab Di Telinga Tapi Gak Tahu Judulnya

79 comments :

Jujur saja, banyak lagu yang saya tidak tahu judulnya tapi akrab di telinga saya. Biasanya lagu-lagu ini sering diputar di opening maupun closing acara-acara televisi, misalnya acara berita olahraga, talk show, bahkan acara infotainment.

Bagi saya, saat paling menjengkelkan adalah ketika tidak tahu judul lagu yang kita sukai. Ya iyalah, gak bisa ngetik keywordnya di google buat nyari link donlotannya, hehe. Hmm.. seandainya google punya mesin pencarian yang berbasis voicesearch, mirip-mirip track ID-nya Sony Ericsson dulu. Eh, apa google sudah punya ya? CMIIW :)

Dari hasil nanya-nanya temen, mbah google dan abang ojek, akhirnya ada beberapa lagu yang familiar yang berhasil saya ketahui judulnya, check this out:

1. Dave Koz - Together Again


Saya pikir anda pernah mendengarkan lagu ini, minimal sekali seumur hidup lah. Alunan saxophone dari saxophonist Dave Koz ini hampir setiap hari terdengar di televisi, radio, maupun toko buku. Musiknya memang keren sih, membuat kita ingin menirukan alunan saxophone itu lewat siulan. Kepala dan bahu kita pun seakan bergoyang dengan sendirinya. Begitu pula dengan pikiran kita, rasanya fresh jika mendengar lagu ini, terlebih ketika kepenatan melanda. Dan lagu ini adalah lagu yang paling banyak mengusik kehidupan orang-orang sekitar saya, mungkin juga anda, dengan pertanyaan: "Ih, lagu yang sering ada di acara kuliner itu apa sih? Yang sering diputer sama gramedia itu lho. Ah, jadi kepikiran kan lantaran gak tau judulnya..."

2. Joe Satriani - Summer Song


Kalau lagu ini memang menjadi theme song acara One Stop Football Trans 7, penggila sepakbola pasti pada tahu. Petikan maestro gitar Joe Satriani sudah tidak diragukan lagi, intronya saja sudah menggugah pikiran menjadi lebih dinamis.

3. Joe Satriani - Always With Me Always With You


Hmm.. kalau lagu berikutnya suka diputar juga di One Stop Football Trans 7. Selain itu, lagu ini sering jadi backsong di acara-acara berita dan acara infotainment. Lagu ini juga adalah salah satu lagu yang wajib terdaftar di KUA playlist saya.

4. Kitaro - Orochi


Lagu yang terakhir adalah dari Kitaro. Instrumen musiknya sangat khas, menandakan bahwa lagu ini berasal dari Asia, tepatnya Jepang. Kitaro yang mengusung genre instrumental serta new age ini selalu berhasil membuat lagu yang membuat pikiran ibarat diterapi. Pikiran terasa rileks ketika mendengarkan lagu yang berjudul Orochi ini. Sangat dianjurkan untuk anda yang sedang stress dengan aktivitas untuk sejenak mendengarkan alunan dari Kitaro ini.

Demikian beberapa lagu yang akrab di telinga tapi gak tahu judulnya versi @cepyhr. Jika sobat ingin menambahkan lagu favorit anda juga, silakan share di kolom komentar :)

#Update 17 Februari 2014: Maaf banget kepada agan-agan yang bertanya judul lagu-lagu lain yang judulnya gak tahu, selain empat lagu di atas. Saya belum sempat googling lagi nih, maklum, mahasiswa banyak acara hahaha. Semoga pertanyaan agan di kolom komentar dijawab sama agan-agan yang lain. Terima kasih banyak atas kunjungannya :D

18 September 2012

Lurus Dan Luwes

7 comments :
Beberapa siswa berkumpul di halaman sekolah dasar kala istirahat. Ada yang bermain bola plastik, yang perempuan bermain lompat tali. Namun ternyata masih ada seorang siswa yang terus belajar pelajaran yang diajarkan gurunya barusan.

"Bim, kenapa masih belajar aja sih? Mending maen bola aja yuk!" ajak Rifai, temannya.

"Nggak ah. Tadi kan masih ada sedikit materi yang belom diterangin sama Bu Guru. Aku pengen lebih tahu lebih banyak lagi." kata Bimo.

Rifai termenung sebentar. "Oh, ya udah deh. Kalo gitu aku maen bola dulu sama temen yang lain ya Bim," kata Rifai seraya berlari ke halaman sekolah.

"Iya. Aku disini aja Fai," Bimo meneruskan membaca buku pelajarannya.

***

"Juara umum kali ini, diraih oleh.... Bimo Hartono. Berikan tepuk tangan yang meriah untuk Bimo!" Ibu Guru berteriak semangat sekali.

Bimo naik ke podium dengan wajah sumringah. Ia mendapat piagam dan kenang-kenangan dari sekolah. 

"Selamat ya Bim. Belajar terus yang rajin ya sayang," kata Ibu Guru sambil mengusap kepala Bimo.

Bimo mengangguk mantap. Ia merasa menjadi orang yang paling bahagia saat itu. 

Dan di bawah podium ada Rifai, teman karibnya. Rifai mengacungkan jempol kepada Bimo. Bimo membalasnya dengan lambaian tangannya sambil tersenyum lebar. Bimo senang sekali bisa meninggalkan kenangan manis di sekolahnya setelah enam tahun belajar dengan tekun, bahkan hampir 'setengah mati'.

Rifai sendiri hanya masuk sepuluh besar.

***

"Saudara Bimo, apakah surat persetujuan dengan klien kita sudah dibalas yang bersangkutan?" seorang CEO bertanya kepada manajernya.

"Emm.. sudah Pak Andi. Kalau bapak ingin membalasnya lagi, saya siap membuatkannya," kata Bimo, seorang manajer perusahaan IT.

"Hmm.. tidak usah. Tadi klien itu menghubungi saya kalau beliau akan datang ke kantor kita. Katanya ingin survey sekaligus ingin berkenalan lebih lanjut dengan saya," Pak Andi tersenyum.

"Baik Pak. Kalau ada yang perlu saya bantu, saya siap," kata Bimo.

"Iya Bimo, terima kasih. Nanti saya hubungi kamu lagi. Sekarang kamu boleh ke ruangan lagi. Silakan," Pak Andi melanjutkan pekerjaannya.

"Baik Pak. Saya pergi dulu, terima kasih," kata Bimo sopan.

Waktu istirahat tiba. Bersama beberapa rekan kerjanya, Bimo ke cafe kantor untuk makan siang disana. Seperti biasanya, ia memesan menu favoritnya, sate ayam.

Cafe kantor itu cukup lengang. Tidak semua karyawan selalu makan disana. Beberapa memilih untuk makan di restoran maupun warung makan sederhana di luar area kantor. 

Tiba-tiba di sudut kanan cafe itu ada sosok lelaki cukup familiar di mata Bimo. Bimo merasa flashback ke masa SD nya dulu. Ia segera menghampiri lelaki itu.

"Permisi, ini Rifai bukan?" Bimo berbicara kepada lelaki itu.

Lelaki itu menoleh, kemudian tersenyum lebar. "Ahhh, Bimo. Udah lama banget gak ketemu nih," ternyata lelaki itu adalah Rifai, teman SD nya Bimo dulu.

"Hahahha, akhirnya ketemu kamu juga. Sekarang dimana nih?" tanya Bimo.

"Emm.. kalo domisili di Bogor sih Bim. Biasalah, ngurus anak istri," Rifai tersenyum kalem.

"Oh. Sibuk apa sekarang? Ngomong-ngomong kerja dimana?" Bimo bertanya layaknya wartawan infotainment.

"Hehe, sibuk apa. Bisa dibilang sok sibuk aja sih Bim. Aku gak kerja dimanapun, toh gak ada yang mau nerima aku," Rifai tertawa.

"Blaaahh... gak mungkin. Masa iya sih gak ada yang nerima kamu jadi karyawan," kata Bimo.

"Beneran Bim. Kerjaan aku ya gini aja, keluyuran kemana-mana. Setengah pengangguran," kelakar Rifai.

Bimo bingung sendiri. "Eh, ngomong-ngomong kok kamu bisa ada di tempat ini? Ini kan area kantor yang notabene jarang dikunjungi orang selain karyawan?" Bimo heran.

Tiba-tiba Pak Andi melihat Bimo dan Rifai. Lalu ia bergegas menghampiri mereka. 

"Lho, Pak Rifai ya?" Pak Andi setengah kaget setelah menyadari orang di hadapannya adalah klien yang mengajak perusahaannya membuat proyek besar itu.

"Ahhh.. akhirnya saya bisa bertemu dengan orang penting di Jakarta ini. Apa kabar Pak Andi?" sambut Rifai seraya menjabat tangan Pak Andi.

"Hahaha, saya yang seharusnya senang Pak. Senang akhirnya saya bisa bertemu dengan sosok technopreneur muda di Jakarta ini," Pak Andi terlihat sangat senang saat itu.

"Hehe, bisa aja Pak Andi. Jangan berlebihan. Wong kerjaan saya cuman keluyuran kemana-mana, kayak anak hilang," Rifai terkekeh.

"Tapi keluyurannya ditemani ribuan dollar kan Pak, hehehe? Baiklah, gimana kalo kita ke ruangan saya saja sekarang. Sudah saya siapkan jamuan kecil-kecilan di meja saya. Pak Rifai bersedia?" kata Pak Andi.

"Hmm... siapa yang menolak dijamu Bapak CEO. Hehehe, tentu saja bersedia," Rifai tertawa renyah.

Dua sosok penting di Jakarta itu perlahan meninggalkan cafe kantor. Bimo hanya bisa terdiam.

15 September 2012

Sekadar Kata

2 comments :
"Cinta itu bukan sekadar kata-kata, tapi perbuatan," kata Bram.

"Really? Tapi aku gak suka dicuekin, aku ingin diperhatiin juga kan," kata Joanna.

"Kamu pilih mana, dicintai atau dikhianati?" Bram melihat-lihat jam tangan di etalase toko.

Joanna menonjok Bram, pelan. "Bayi juga tahu kali Bram, kamu ada-ada aja."

"Kalo tahu, terus kenapa gak berusaha ngerti?" mata Bram masih tertuju pada deretan jam tangan.

Joanna menonjok Bram, lagi. Tapi kali ini meleset.

"Tau gak Jo, cewek itu emang susah ya. Udah disayang-sayang, malah gamau. Risih katanya. Dicuekin, apalagi," Bram membuka choki-choki dengan giginya.

"Woy, kapan sih kamu bakal ganti choki-chokimu itu dengan makanan yang dewasaan dikit?" Joanna berdecak.

Bram diam saja. Lagi-lagi asyik dengan perhatiannya pada deretan produk, kali ini sepatu.

"Terus aku mesti gimana dong, diem aja gitu? Diem aja padahal hati gondok dicuekin mulu?" kata Joanna.

Choki-choki Bram habis. Kini Bram lebih fokus memperhatikan deretan sepatu. "Bener sekali nona Joanna. Tuh tahu. Emang pinter anaknya mama Devi." Bram nyengir.

"Heh, lama-lama gue tampol nih. Seriusan ndoro!" Joanna gemas.

"If a man make a girl laugh, she likes you. But if a man make her cry, she loves you," mimik muka Bram tetep lempeng.

"Maksudnya? Gak ngerti.." Joanna bengong.

"Tau ah. Nilai TOEFL sih gede, tapi denger kalimat tadi gak ngeh."

"Hahaha, aku gak pandai berfilosofi ndoro Bram, gak ngerti begituan," Joanna melet-melet.

Bram diam sejenak. "Aku yakin cowok yang cuma bikin kamu ketawa doang gak bakalan bikin kamu mencintai dia. Emang sih kamu seneng, tapi sesaat. Tapi cowok yang pernah bikin kamu gondok, bahkan bikin kamu nangis, aku yakin kamu bakal cinta banget sama dia," kali ini Bram serius.

"Kamu ada-ada aja. Cewek mana sih yang mau disakitin," kata Joanna.

"Jo, cinta itu gak cuma seneng-seneng doang. Cinta itu berarti kamu juga harus mencintai kenyataan pahit sekalipun. Aku yakin, walau seringkali pahit, cinta yang real gak bakal bisa berubah. Karena kepahitan itu yang bikin cinta jadi manis," kali ini Bram tersenyum.

Joanna tersenyum, manis sekali. Tonjokan mendarat sekali lagi ke punggung Bram. "Kok kamu tahu banget semuanya sih. Aku gak bakal mau jauh-jauh dari kamu deh," Joanna memeluk Bram.

Muka Bram tetep lempeng. "Aku juga.."

Tiba-tiba laki-laki tampan tinggi kekar menghampiri Bram dan Joanna. Rio, pacar Joanna.

"Jo, yuk!" Rio langsung menggamit tangan Joanna. Ia tersenyum kepada Bram, tipis.

Bram hanya nyengir.

"Makasih ya Bram, aku pergi dulu," Joanna tersenyum.

Bram mengangguk.

Sendirian ia menyaksikan keduanya perlahan menjauh. Bram mengalihkan pandangannya sambil berjalan tenang. Ia fokus kembali memperhatikan isi etalase toko, kali ini toko perhiasan.

Perlu Apa

No comments :
Langkah Jade semakin cepat. Rei terus mengejarnya, dan menggenggam tangan Jade.

"Hey, perlu apa lagi kau kemari!" teriak Jade.

"Perlu apa, tentu kamu," kata Rei.

"Berhenti kataku.. jangan sentuh aku!" Jade berontak. "Lepaskan!"

"Dengarkan aku, satu menit." Rei mengendurkan genggaman.

Jade bergegas ke lift, memencet tombol down.

"Jade.. adakah satu menit saja untukku, seumur hidup?" Rei menatapnya lurus.

Jade menggeleng. "Tak lelah mengharapkanku lima tahun?"

Rei memeluk Jade erat, terisak. "Besok datanglah ke resepsiku, Rei dan Anne."

Pintu lift terbuka.

10 September 2012

Perjuangan Bermula

3 comments :

Aktivitas sudah kembali seperti biasanya, tapi tubuh saya belum normal lagi. Dalam tubuh ini masih tertimbun sisa-sisa hibernasi liburan dan 'kebinalan' makan-makan ala lebaran. Timbunan lemak semakin betah berparasit di tubuh saya, terlebih saat puasa Ramadhan kemarin dimana saya menghentikan sementara kegiatan olahraga selama sebulan penuh. 

Saya tidak bisa membiarkan lemak-lemak itu untuk menetap lebih lama lagi. Harus dilakukan sebuah gebrakan baru yang revolusioner untuk mengusir makhluk tersebut *kepalin tangan*. Karena bagaimanapun, obesitas adalah ancaman terbesar dalam kehidupan manusia modern sekarang ini. Menurut sebuah data, di Amerika Serikat obesitas adalah peringkat kedua penyebab tingginya kematian. Penyebab kematian yang sebenarnya bisa dicegah setelah rokok. Sangat miris melihat fakta tersebut, apalagi saya sendiri termasuk dalam kaum obesitas itu. (Baca artikel saya mengenai obesitas disini)

Maka dari itu, sejak seminggu ini saya mulai berolahraga lagi. Sebenarnya, hampir setahun silam saya sempat fitness di gym dekat rumah. Tapi di bulan ketujuh saya menyerah dengan alasan keterbatasan waktu, dimana saat itu banyak sekali tugas-tugas kuliah minta saya kelonin. Daripada gak lulus salah satu mata kuliah, ya sudah saya akhiri saja kegiatan olahraga itu. Tapi sekali-kali saya masih menyempatkan diri untuk jogging di sekitar komplek.

 Amunisi Perang

Atas anjuran teman kuliah, akhirnya saya memutuskan untuk membeli sepasang dumbbell (orang-orang sering menyebutnya barbel) dengan bobot masing-masing 4 kg. Alhamdulilah saya masih ingat beberapa gerakan yang menggunakan dumbbell ketika nge-gym waktu itu, jadi mengenai hal teknis siap lah. Saya memilih dumbbell karena harganya tidak terlalu mahal, bentuk serta ukurannya ringkas, dan banyak sekali gerakan yang bisa dilakukan dengan menggunakan alat ini. Dulu sewaktu di gym, alat inilah yang sering dianjurkan oleh trainernya untuk saya pakai, jarang sekali saya memakai alat fitness lain yang ukurannya besar itu. Ya sudah, daripada mahal-mahal ke gym, mending saya beli sendiri saja. Toh harga dumbbell ini cukup terjangkau apabila kita mengetahui berbagai manfaatnya.

Memang tidak mudah untuk menurunkan berat badan saya yang bobotnya priceless ini. Tapi tidak ada salahnya untuk berusaha, bukan? Menurut koh Denny Santoso, hasil diet itu tidak bisa diraih dalam waktu sekejap.  Butuh proses, tekad, dan kesabaran tentunya. Malahan, kalau berat badan turun drastis dalam waktu singkat kita harus berhati-hati, karena bisa saja itu diet yoyo. Layaknya yoyo, cepat turun tapi cepat juga naik. Hehe, semoga saja semangat saya terus membara untuk melawan obesitas ini. Mau ikut diet juga? Yukk...

03 September 2012

Kekeluargaan di Blogor

10 comments :


Sebenarnya blog cepyhr.blogspot.com ini sudah dibuat sejak tiga tahun lalu, 2009. Tapi, berhubung saat itu saya masih cupu (sampai sekarang), maka setelah selesai dibuat, blog tersebut terbengkalai begitu saja, soalnya saya sama sekali tidak tahu mau menulis apa di sebuah blog itu. Baru setahun inilah saya mencoba untuk menulis beberapa postingan disini. Apa saja saya tulis, tapi mayoritas tentang curhat sih :p

Kesan ngeblog setahun ini adalah, mengapa blog saya ini seperti museum di tengah malam, sunyi sepi bikin merinding. Kemudian saya mencari tahu bagaimana agar ada yang mau berkunjung walaupun sekedar lewat ke cepyhr.blogspot.com. Kata akang google, ternyata salah satu caranya yaitu rajin-rajinlah untuk blog walking ke blog orang lain. Well, saya mencoba blog walking dari blog ke blog, meninggalkan komentar di kolom komentar postingan blog tersebut, dan berharap agar si pemilik blog berkunjung balik ke blog saya, hehe.

Ternyata cara itu membuat saya menemukan komunitas blogor - komunitas blogger Bogor. Ceritanya, saya iseng mencari komunitas blogger di kota tempat saya berdomisili saat ini - Bogor di google. Lalu link pertama di halaman pertama pencarian muncullah blogor, dan langsung saja saya masuk ke situs tersebut. Hmm.. sudah setahun di Bogor tapi baru tahu kalau ada komunitas blogger di kota ini, sungguh freak. Kemudian, saya membaca artikel mengenai kegiatan yang dilakukan blogor, dan keorganisasiannya. Tidak ragu-ragu lagi, saya merasa wajib untuk ikut bergabung bersama blogor dan belajar dari master-master blogger disana. 

Setelah itu saya meminta permintaan keanggotaan di milis blogor, yang setengah jam kemudian langsung di-approve oleh akang admin sekaligus ketua blogor periode 2010-2012, mataharitimoer atau kang MT. Sebenarnya orang baru yang belum pernah sama sekali kopi darat, belum boleh untuk bergabung di milis blogor. Tapi nasib saya beruntung, walaupun saya belum pernah kopi darat bahkan mengetahui blogor pun dari internet, permintaan keanggotan saya langsung di-approve. Terima kasih kang MT, jabat erat!! :D

Menurut seseorang, belumlah sah seseorang disebut sebagai blogger kalau belum pernah kopi darat. Hehe, iya juga sih, saya pikir kita perlu untuk mengenal lebih lanjut orang-orang yang sebelumnya hanya kita kenal lewat dunia maya. Selain untuk silaturahim dan menambah sahabat, tentu saja yang utama adalah untuk belajar dari yang lebih dulu aktif di dunia perblogan. Saya baru dan sangat awam terhadap blog, tentang bagaimana membuat postingan yang yahud dan lain-lain. Tapi, bagaimanapun tidak ada kata terlambat dalam hal belajar, bukan? 

Akhirnya, Kopi Darat Juga..

Hari Minggu tanggal 2 September kemarin telah dilaksanakan acara Halal Bihalal 1433 - Talas Blogor sekaligus HUT Blogor yang ke-4. Acara ini diselenggarakan di kediaman Prof. Sjafri Mangkuprawira, guru besar IPB sekaligus blogfather blogor yang patut dijadikan panutan. Selain itu terdapat acara penting lain yaitu pemilihan ketua blogor untuk periode 2012-2014. 


mataharitimoer - MT.

Sebelumnya, jabatan ketua diemban oleh kang mataharitimoer, blogger sekaligus penulis buku terkenal, diantaranya Jihad Terlarang, Guru Kehidupan, dan yang terbaru yaitu Ekspedisi Walisongo. Eh, walaupun sudah sedemikian populer serta sukses meraih passion-nya, pembawaan beliau tetap bersahaja dan ramah terhadap semua orang, termasuk terhadap orang baru seperti saya. TOP, kereenn!!

Kang MT mamaparkan berbagai pencapaian yang berhasil dicapai blogor pada periode kepengurusan beliau, diantaranya workshop IT yang diadakan bersama Gramedia, mengisi acara workshop internet sehat ke sekolah-sekolah, siaran radio sipatahunan dan lain-lain. 

Setelah itu, tibalah acara inti yaitu pemilihan ketua blogor periode 2012-2014. Metode pemilihan ketua blogor berbeda dengan pemilihan pemimpin-pemimpin komunitas lain yang mayoritas mengadakan voting. Di blogor terbiasa untuk memilih sang pemimpin secara kekeluargaan, yaitu secara aklamasi. Kang MT menunjuk kang Harris Maulana - Harrismaul yang kemudian disetujui oleh seluruh anggota.


Wilujeng kang Harrismaul !!!



Ki-ka : Kang MT, Kang Harrismaul, Prof. Sjafri.



Kue Ultah Blogor.

Selamat mengamban amanah kang Harrismaul, semoga rencana yang belum tercapai pada kepengurusan sebelumnya bisa dicapai di kepengurusan sekarang. Aamiin..



Saya paling "besar" :D

Setelah itu tibalah acara yang sangat "inti", makan-makan. Prof. Sjafri membagi dua jenis makanan, yaitu masakan sunda dan masakan timur tengah. Hehe, saya memilih yang timur tengah, kalau masakan sunda sih setiap hari juga makan masakan sunda, udah biasa, kan simkuring urang sunda.


Seksi masakan timur tengah.



Seksi masakan sunda.

Setelah makan-makan, seluruh acara sudah selesai. Satu persatu mulai pamit untuk pulang, termasuk saya. Di perjalanan pulang rasa senang karena telah bertemu orang-orang yang luar biasa masih menggebu-gebu. Ternyata silaturahim itu memang sangat dibutuhkan dalam hidup, karena banyak sekali manfaat yang terkandung didalam silaturahim tersebut. Terima kasih akang teteh blogor yang ramah-ramah dan keren-keren. Salam silaturahim!! :)

Foto-foto ditaut dari : facebook pak Hartanto