28 October 2012

Nona

14 comments :
Siapa yang mampu menduga akan kehadiran seseorang yang sangat istimewa dalam hidup kita. Semuanya datang begitu saja. Namun, justru ketika kita mati-matian mencari ke sana-sini hasilnya malah nihil. Mungkin sesuatu yang istimewa itu bukan untuk dicari, namun datang menghampiri.

Masih takjub dengan peristiwa kemarin, dan hari ini. Sudah setahun lebih kita saling mengenal, aku pikir tak ada apa-apa diantara kita. Memang, logika dan pikiran seringkali kalah oleh perasaan. Inilah yang aku dan dia rasakan, sekarang.

Well, just take it easy nona manis...

281012

25 October 2012

Tired but Happy - part 2, end

12 comments :
Dari dulu saya sangat ingin mengikuti kelas menulis, khususnya fiksi. Kebetulan beberapa bulan yang lalu, saya juga sempat mengikuti workshop singkat Mbak Asma Nadia di Cibinong. Setelah workshop tersebut, rasanya saya ingin belajar tentang kepenulisan lebih dalam lagi.

Berawal dari tweet kang @mataharitimoer, mulai tanggal 28 Oktober 2012 besok akan dibuka Kelas Anggit Narasoma (KAN). Kelas menulis ini diprakarsai oleh penulis Khrisna Pabichara yang merupakan penulis novel "Sepatu Dahlan", Erha Limanov dan Mataharitimoer.

Sebenarnya saya minder, mengingat belum satu pun cerpen ataupun karya sastra sejenisnya yang pernah saya anggit. Terlebih, banyak peserta yang memang kesehariannya adalah sebagai penulis ataupun pekerja kreatif lain. Kalau saya? Hehe, hanya mahasiswa teknik yang suka bergalau di blog :D

Entah energi dari mana yang menyerang saya beberapa hari lalu. Saya nekat mengikuti tes seleksi KAN melalui surel. Banyak pertanyaan mengenai wawasan kita mengenai karya sastra seperti novel dan cerpen. Selain itu juga, terdapat pertanyaan mengenai motivasi dan tujuan kita mengikuti KAN ini. Oke, selesai... kirim..

Peserta yang lolos seleksi baru diumumkan kemarin pukul 14.00. Dan ternyata... Alhamdulillah saya lolos seleksi KAN :')


Hmm, masih belum percaya kalau mulai Ahad besok bisa belajar menulis dari penulis-penulis sekaliber Daeng Khrisna Pabichara, Mataharitimoer dan Erha Limanov. Alhamdulillah...

Ternyata di balik kesulitan itu banyak hal-hal yang tak kita duga sebelumnya. Ada kesulitan di balik kesulitan, ada kemudahan di balik kesulitan, dan yang sekarang terjadi pada diri saya adalah ada anugerah di balik kesulitan.

-end-

Tired but Happy - part 1

6 comments :
Karena di balik kesulitan itu terdapat hal-hal yang tak terduga.
Tidak ada kata yang dapat mendeskripsikan perasaan saya pekan ini. Pekan UTS yang sangat menguras energi dan pikiran. Mata kuliah full eksak seperti Kimia Analitik, Termodinamika, Mekanika Fluida, Proses Industri Semen, Transfer Phenomena ibarat peluru yang menghujam bertubi-tubi dari senapan M-16.

Ditambah lagi, rumah kakak tempat saya menebeng sekarang sedang direnovasi, karena atapnya rapuh. Maklum rumah BTN, Bangunan Tidak Normal, hehe. Kuda-kudanya dimakan rayap. Apa boleh buat, nantinya harus diganti dengan baja ringan. Terpaksa deh kami harus mengungsi. Sekarang, sekalinya saya menemukan bangunan yang ada atapnya ya langsung tidur, gelandangan kece.. hihi.

Di tengah kelelahan dan ketidaknyamanan itu ada beberapa kabar yang menyejukkan pikiran ini. Hehe, alhamdulillah saya mendapat juara 4 kontes blog #AkudanPLN yang diadakan oleh BLOGdetik dan PLN. Jika berkenan, klik di sini untuk membaca artikel kontes blog yang saya tulis sebulan lalu. Nah, berikut screenshot pengumuman pemenangnya.


Terus terang saya baru pertama kali mengikuti kontes blog. Diawali dengan dorongan semangat dari komunitas Blogger Bogor (Blogor) yang banyak dari anggotanya merupakan langganan juara kontes blog. Bahkan pada kopdar sebulan yang lalu, kang banyumurti dan kang erick sempat berkelakar, "Blogger kok beli gadget.." Menurut mereka, Blogger tidak perlu beli gadget, cukup mengikuti berbagai kontes blog saja supaya mendapat gadget yang diidam-idamkan. Hehe, Blogger kok pelit sih :p

Semoga ini menjadi dorongan penyemangat bagi saya untuk terus berkarya (boleh gak kalo Blogger disamakan kayak Penulis?) dan menulis lebih baik lagi. Semangaattt!!

Terima kasih BLOGdetik dan PLN yang sudah mengadakan kontes blog #AkudanPLN ini dengan lancar dan fair. Terima kasih juga sudah memilih saya sebagai salah satu pemenang walaupun blog saya bukan dari BLOGdetik. Yang terpenting, semoga harapan-harapan ribuan Blogger yang berpartisipasi dalam kontes kemarin dapat diwujudkan PLN, segera.


bersambung...

20 October 2012

Konversi Gorengan Ke Buah-Buahan

24 comments :
Kalau bicara konversi, biasanya kata ini sering diterapkan pada bidang IPTEK ataupun bidang ilmu eksak lain. Tapi sekarang saya ingin menerapkannya ke makanan yang kalau boleh dibilang makanan kebangsaan saya.

Bagi saya, mengonsumsi gorengan itu sudah jadi candu, sangat sulit bagi saya untuk menghindari makanan biasanya terdiri dari bakwan, tahu isi, kroket (risol), pisang molen dan banyak lagi. Kalau boleh memilih, lebih baik menjauhi gebetan ataupun mantan daripada menjauhi gorengan. Berlebihan memang sih, banget.

Sejak kecil, saya doyan banget sama makanan yang membuat kecanduan seumur hidup ini. Kebetulan orangtua saya juga penggemar gorengan kelas berat. Sepertinya, dulu kami membeli gorengan hampir setiap hari. Jumlahnya? Kalau tidak salah sih saya biasa makan sekitar 5 gorengan setiap pagi. Sore hari beda urusan ya, kadang-kadang kami membeli lagi gorengan untuk camilan malam, hahaha.
Kebiasaan ini berlanjut hingga sekarang dan tidak tinggal di rumah orangtua lagi. Tidak tahu kenapa, setiap kali melihat abang-abang gorengan di pinggir jalan, gorengan buatannya itu seakan melambai-lambai manja sehingga hati saya luluh juga.

Saya tidak mungkin menutup mata terhadap fakta yang menunjukkan bahwa gorengan merupakan camilan yang berkolesterol tinggi. Gorengan mengandung lemak trans (trans fat) yang tinggi. Hmm, dari namanya saja sudah "fat", tentu saja membuat tubuh kita "fat" juga. 

Akhir-akhir ini saya mulai menyadari bahwa harus ada perubahan pola makan dalam kehidupan saya. Mumpung masih muda (umurnya, mukanya sih engga), lebih baik mencegah hal-hal yang tidak diinginkan ke depannya, bukan?

Move On ke Buah-Buahan

Jujur, saya jarang banget makan buah-buahan. Kenapa? Sekilas, harga buah-buahan sedikit lebih mahal daripada gorengan. Misalnya, satu kilogram mangga sekitar 10 ribu, sedangkan kalau 10 ribu itu dibelikan gorengan, wahhh, bisa dapet banyak tuh. Haha, kuantitas masih menjadi pertimbangan saya untuk membeli camilan. Maklum, mahasiswa berdompet cekak :p
Namun, setelah dihitung-hitung lebih lanjut, ternyata sama saja. Bahkan jika melihat kandungan gizi yang terkandung pada hampir semua jenis buah-buahan, gorengan sepertinya ibarat makanan sampah yang memiliki gizi yang sangat rendah. Lemak trans yang tinggi tersebut menimbulkan obesitas jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Terus terang, saya merinding kalau mendengar kata obesitas. Mau sebesar apa lagi ukuran body dan baju saya yang sudah XL ini?

Terlebih lagi gorengan-gorengan yang dijual di pinggir jalan.  Sayuran yang digunakan banyak yang tidak segar, sehingga mengurangi kandungan gizi yang seharusnya tinggi pada sayuran. Selain itu, minyak yang dipakai sudah lebih dari 3 kali penyaringan yang bisa menyebabkan kanker. Bahkan ada abang-abang yang usil menggunakan minyak goreng bekas restoran fast food. Yang lebih mengerikan, ada juga oknum yang menambahkan plastik supaya gorengan terlihat mengilap, padat dan tidak lembek.

Bandingkan dengan buah-buahan. Memang, harganya sedikit lebih mahal, tapi kandungan gizinya jauh lebih tinggi daripada gorengan. Hampir semua buah-buahan bebas dari kolesterol. Kalaupun ada, itu adalah kolesterol yang bermanfaat bagi tubuh seperti pada alpukat. Buah juga mengandung banyak serat yang melancarkan pencernaan, mencegah ambeien dan kanker kolon. Kemudian, buah juga mengandung zat antioksidan yang mencegah penuaan dini karena zat ini berfungsi untuk menetralisir radikal bebas dari polusi, sinar matahari berlebihan maupun asap rokok. Hehe, ternyata buah sangat bermanfaat untuk mengembalikan muka muda saya ini.

Banyak sekali manfaat yang terkandung dalam buah-buahan. Tapi kita juga harus senantiasa waspada dalam memilih buah-buahan. Seperti kita ketahui, ada beberapa oknum penjual usil yang menyuntikkan pemanis buatan maupun pewarna tekstil ke buah-buahan ini. Bukan manfaat yang diperoleh tubuh, malah sebaliknya.

Lha, terus kita makan apa dong kalau hampir semua makanan serta camilan tidak terlepas dari zat kimia berbahaya? Ya, menurut saya sih kita jangan terlalu sering menonton Reportase Investigasi Trans TV deh. Bagaimanapun, tidak semua pedagang bertindak mengerikan seperti hal-hal di atas. Masih banyak pedagang yang jujur kok.

Cara yang paling mudah, tentu saja lebih baik kita berdoa supaya setiap makanan yang kita konsumsi itu aman, hehe. Yuk ah, move on ke buah-buahan!

gambar dan referensi : lapar.com, majalahkesehatan.com

12 October 2012

Penyidik Jujur

2 comments :
"Pur, gimana, semuanya beres?" seseorang bercengkerama di bawah keteduhan pohon  sawo bersama sahabatnya, berdua.

"Oalah, beres dong Pak Wirawan. Seluruh media sudah kita hubungi untuk meliput konferensi pers besok," Purnomo terkekeh.

"Hahaha kau memang ulet kalo soal beginian Pur. Habislah si penyidik jujur itu," Wirawan tergelak.

"Eh Pak, tapi saya masih ragu. Apakah masyarakat bakal mempercayai begitu saja kabar yang sebenarnya hoax ini? Menurut saya sih ini terlalu dibuat-buat, terlihat jelas kejanggalannya."

Wirawan terdiam sebentar. "Hmm, justru masyarakat kita ini tipe yang mudah percaya kabar yang janggal dan sensasional. Saya kira tidak masalah. Lagian siapa peduli masyarakat, kita kan hanya butuh simpati dari Pak Presiden saja."

Purnomo mengambil sebatang rokok yang ia selipkan di kupingnya. Sayang, ia tak punya korek. Purnomo hanya memilin-milin rokok itu. "Ya, betul itu. Tapi bagaimanapun kita butuh dukungan masyarakat juga Pak. Apalagi di zaman sekarang ini, hampir setiap trending topic twitter dijadikan headline news di TV. Zaman sekarang masyarakat kita sudah jauh lebih cerdas, semuanya melek teknologi serta haus informasi," Purnomo masih mencari koreknya yang sebenarnya memang ia tak punya.

Siang itu sebenarnya sangat terik, tapi Wirawan menarik ritsleting mantel wolnya hingga leher. "Heh, sudah kubilang jangan khawatirkan masyarakat. Selama kabar sensasional serta bukti palsunya terlihat meyakinkan serta bukti-bukti palsu itu sudah kita kemas dengan rapi, pede aja Pur. Kau tahu sendiri, rekan sejawat kita hampir semuanya pernah menangani kasus hoax, dan akhirnya sukses menyeret orang yang kita incar yang sebenarnya tidak bersalah sedikitpun ke jeruji besi," kali ini Wirawan berapi-api.

Purnomo menoleh, kemudian tersenyum. "Hmm, okelah kalo begitu Pak Wirawan, saya percaya sekarang. Apalagi ternyata ada yang bersedia jadi saksi penembakan pemilik sarang burung walet tersebut, seorang korban palsu. Makin mulus saja nih rencana kita, hehehe, " Purnomo tersenyum penuh kemenangan.

"Nah, gitu dong. Saya yakin si penyidik jujur itu akan segera menyesali perbuatannya yang seenaknya saja membunuh karier mantan teman-teman sejawatnya dulu. Rasakan kau penyidik jujur, hahaha," Wirawan tertawa sangat keras.

Tiba-tiba lelaki berjas putih berjalan mendekat ke arah mereka, kemudian menyapa, "Selamat siang bapak-bapak, hari ini sangat cerah ya? Hmm, ngomong-ngomong sudah puas mengasonya? Sekarang lebih baik kita kembali ke kamar kalian yuk, di luar terlalu terik untuk kalian," dokter jiwa itu kemudian membimbing Wirawan dan Purnomo masuk ke kamar mereka masing-masing.

07 October 2012

Sehari Penuh di Jakarta

17 comments :

Hari sabtu kemarin saya beserta 19 teman kuliah berkunjung ke ibukota negara, Jakarta. Mau ngapain, mau demo kasus KPK vs POLRI? Hehe, bukan. Sejak tanggal 6 hingga 8 Oktober 2012, TNI-AD mengadakan pameran Alutsista TNI-AD yang kebetulan bertempat di Monumen Nasional (Monas). Kapan lagi kita bisa lebih dekat dengan bapak-bapak tentara yang berotot kawat tulang besi itu, sehingga sayang sekali kalau event langka itu kami lewatkan begitu saja.

Darma yang pertama kali tahu tentang event ini. Secara, ia penggemar berat militer dan seluk beluknya, sampai-sampai ia mengoleksi baju, celana, bahkan mungkin celana dalam ala army, hehe. Terlebih Darma juga penggemar gim-gim semacam counter strike, battle field, crysis, dan entahlah saya tidak tahu lagi. Tentu saja ia ingin melihat lebih dekat senjata-senjata dan aksesorisnya yang biasa hanya ia lihat dan mainkan di gim-gim perang itu. Dan saya pikir event ini sangat menggugah adrenalinnya.

Stasiun Bogor

Stasiun Bogor.
Transportasi andalan warga Jakarta-Bogor.
Sebagian besar teman memutuskan untuk berkumpul di stasiun Bojong Gede. Namun karena tempat tinggal saya lebih dekat dengan stasiun Bogor, saya memilih untuk berangkat dari stasiun Bogor saja. Kebetulan ada tiga teman lain yang berangkat dari sana. Syukurlah, saya tidak benar-benar sendirian, hehe.

KRL commuterline yang kami tumpangi berangkat pukul 10.15. Di dalam KRL, saya sempat khawatir kalau-kalau KRL ini anjlok juga seperti kejadian di Cilebut tiga hari yang lalu. Haha, berlebihan memang, tapi syukurlah kami selamat sampai tujuan. Kami tiba di stasiun Juanda sekitar pukul 12 siang.
Stasiun Juanda.

Tiba di Monas

Kata Eko sih lokasi Monas itu tidak jauh dari stasiun Juanda. Maka kami berempat memutuskan untuk berjalan kaki dari Juanda, dan memang letak Monas tidak terlampau jauh. Kemudian trotoar yang kami lewati cukup nyaman untuk dilewati pejalan kaki, walaupun memang ada beberapa pedagang kaki lima yang berjualan di sana. Namun keberadaan mereka tidak sampai mengganggu lalu lintas sekitar.
Monumen Nasional yang takkan pernah kehilangan wibawanya.
Megah...

Setiba di lokasi kami berempat mencari teman-teman lain yang berangkat dari Bojong Gede. Namun ternyata mereka salah naik KRL. Seharusnya yang mereka tumpangi yaitu KRL tujuan Jakarta Kota, sedangkan mereka naik KRL ekonomi tujuan Tanah Abang. Alhasil mereka terpaksa turun di stasiun Manggarai untuk kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan busway. 

Sambil menunggu mereka, kami berempat melakukan aktivitas yang memang jadi tujuan utama kami, yakni berfoto ria, hahaha. Kami mengunjungi stan demi stan pameran Alutsista ini, dan kamera saku tidak lepas dari genggaman saya. Jika berkenan melihat kenarsisan kami, silakan lihat foto-foto yang kami potret kemarin :D








Foto-foto di atas hanya foto kami berempat, karena kami baru bertemu dengan teman-teman yang lain secara lengkap sekitar pukul setengah dua. Selain itu, baterai kamera saku saya tiba-tiba lemah, dan mati. Nasib.. maaf ya teman-teman yang lain, hehe.

Dan Darma pun akhirnya menyaksikan langsung benda-benda yang ia kagumi itu. Bahkan ia sempat untuk memegang serta berfoto dengan sniper rifle. Nih, lihat saja :

Keren euy, mirip tentara, tentara kondangan (baca : hansip)

Kami berkeliling di pameran hingga pukul empat sore. Setelah itu kami memutuskan untuk mampir ke kota tua, sekalian bermalam minggu hehehe. Namun sebelumnya kami sholat ashar terlebih dahulu di Istiqlal. 
Masjid kebanggaan Indonesia.
Baru sadar, tepat di seberang Istiqlal adalah Gereja Katedral. Indahnya kebhinekaan.

Kota Tua

Setelah sholat ashar kami melanjutkan perjalanan ke kota tua dengan menggunakan busway. Hehe, ini pertama kalinya saya naik busway lho *norak*. Empat puluh menit kemudian kami akhirnya tiba di kota tua. Yang dituju pertama kali tentu saja penjual makanan, karena kami semua belum sempat makan siang. Kebiasaan banget emang, mahasiswa mah makan siang sama makan malam dirapelin melulu :p

Sebelumnya saya pikir Kota Tua itu mirip seperti jalan Braga di Bandung, sepi, tenteram dan suasana vintage nya sangat kental. Ternyata prediksi saya keliru. Di Kota Tua banyak sekali bertebaran para pedagang mulai dari pedagang makanan seperti nasi goreng, soto ayam dan otak-otak hingga pedagang pernak-pernik seperti kalung, tas, pakaian bahkan tukang ramal tarot pun ada disini. Hmm, mana bisa saya merasakan serta menikmati kekunoan Kota Tua ini, mau berjalan kaki saja sempit. Alhasil tidak ada foto yang sempat saya ambil. Eh, sebentar, ternyata ada satu foto yang sempat saya ambil, ini dia :
Hehe, Amin berpose di atas batu. Keren lah miiin :D

Ternyata ada yang berulang tahun di hari itu. Muliyani (kaka) berulang tahun yang ke-19. Diiringi petikan gitar yang dimainkan oleh pengamen Kota Tua, kami sama-sama menyanyikan "Selamat Ulang Tahun" nya Jamrud. Setelah itu ada acara tiup korek, bukannya tiup lilin. Haha, enak bener ya jadi si kaka, serasa diulang tahunkan. Lho, bukannya kaka emang ulang tahun? *mikir*

Saatnya Kembali ke Kota Hujan...

Tidak terasa sudah pukul setengah delapan malam. Kami memutuskan untuk pulang ke Bogor, karena takut kemalaman. Kami berjalan kaki ke stasiun Jakarta Kota. Alhamdulilah ternyata masih ada jadwal commuterline tujuan Bogor.

Berjalan kaki menuju Stasiun Jakarta Kota.
Akhirnya sampai Jakarta Kota. Saatnya kembali ke Bogor...
Jakarta memang tidak pernah kehabisan daya tariknya. Tak heran banyak sekali pendatang dari luar daerah yang mengadu nasib di ibukota negara ini. Jakarta adalah kota yang gemerlap, penuh dengan kemegahan dan apapun sesuatu yang kita cari tersedia di sini.

Jakarta pula yang menarik wisatawan asing untuk menyambangi kota itu. Kota yang sarat dengan sejarah perjuangan Indonesia, serta warisan budaya yang ironisnya saat ini semakin tergerus oleh gaya hidup modern. 

Tapi saya tetap cinta Bogor. Saya pikir Bogor adalah kota yang balance. Cuaca, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Lapangan pekerjaan, cukup banyak walaupun tidak sebanyak di Jakarta. Tempat wisata, hmmm, bertebaran di mana-mana mulai dari wisata belanja seperti FO hingga wisata alam seperti Puncak dan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kuliner, tengok saja blog pak banyumurti.net, kuliner kota Bogor sangat melimpah, banyak sekali ragamnya. Jodoh, hahaha no comment, saya jomblo soalnya :p

Ibarat kue, mungkin Bogor adalah kue yang tidak menggunakan pemanis buatan, tidak gosong dan tidak pula lembek dan tidak terlalu banyak menggunakan soda kue, pas. Apabila anda menemukan kota yang seperti kue itu, saya yakin itulah kota Bogor.

@cepyhr, lahir di Bandung.

Gambar : dokumentasi pribadi (taken by Casio EX-Z16, three photos taken by Blackberry 9105), foto Darma memegang sniper saya rampok paksa dari facebook Darma.

Enjoy Jakarta!!!


04 October 2012

Too Far..

4 comments :

Dear You...

Someday we firstly met at ordinary place, but in memorable moment. In my mind you looked modest, cheerful, cute. Suddenly my heart beated so fast. Yeah, I'm fallin to you...

I don't know why I can fallin to you. My feeling just stream, naturally. You could steal my mind to thinking about you anytime, anywhere. Oooh, you...

But... recently I'm aware. I know you can't to be with me like someone special. Because he haves you. Yes, him.

Yeah, I'm a looser, no more.

You are too far for me, too far.

At this moment I'm certain with a song title, "Yeah only love, can break, your heart."