18 November 2012

Tetirah (part 1)

6 comments :
Dengan memutuskan untuk menunda penyelesaian tugas-tugas kuliah yang menumpuk, akhirnya long weekend kemarin kesampaian juga untuk pulang ke rumah orangtua. Alhamdulillah keduanya sehat walafiat, lega rasanya masih diberi kesempatan bersua mereka lagi.

Walaupun tidak ada motor, saya menyempatkan diri untuk jalan-jalan (benar-benar jalan kaki) di Bandung. Karena jomblo dan konco-konco sedang sibuk liburan juga, maka saya melakukannya hanya seorang diri. Menyedihkan memang, haha.

Ehem, sekadar pengumuman, saya bukan berasal dari kota Bandung-nya, namun dari pelosok yakni Padalarang. Terus terang saja saya masih awam tentang seluk beluk kota tujuan utama orang Jakarta kala akhir pekan ini. Terlebih lagi, dulu saya memang kuper, yang saya tahu hanya Padalarang - Cimahi saja, haha.

Maka, akhir-akhir ini ketika ada kesempatan pulang ke Bandung sering saya manfaatkan untuk mencari hal-hal unik dari kota ini. Mulai dari cuaca, kuliner, gaya hidup, perkembangan mode yang semakin ciamik saja, maupun keelokan arsitektur bangunan-bangunan tempo dulu yang masih banyak bertebaran di sini.

No Pic Hoax gan? Hehe, hanya beberapa foto yang sempat saya ambil kemarin, itu pun sebatas menggunakan kamera ponsel. Monggo dilihat :

Bandung, the sister city

Syukurlah, airnya masih bisa dibilang jernih

Perempatan Jl. Aceh

Hotel Hyatt.  Tepat di seberangnya adalah spaceshop Airplane Systm

Badjoe badjoe!!!

Rencana sih mau beli jaket di spaceshop Airplane Systm, namun apa daya tak ada ukuran XL, hiks. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli t-shirt dan kaos berkerah saja. Lumayan, total harga nya cuman 148 ribu lho, lagi ada sale soalnya hehe.



Kantong plastik ramah lingkungan dari Airplane Systm

Semoga Airplane Systm membaca postingan saya ini, kali aja mereka mau meng-endorse Cepy Hr semacam Raffi Ahmad, hahahaha *mimpi di siang bolong, terus hujan petir dor dar gelap*

Pesan dari saya, jika anda ingin bertetirah ke Bandung, harap pikirkan sekali lagi. Siapkah menghadapi kemacetan yang tak terperi? Siapkah menghirup gas emisi kendaraan yang berjejalan di Bandung? Kalau saya, jujur, enggak..

Saya ingin kembali menikmati suasana Bandung belasan tahun silam yang benar-benar sejuk, jauh dari kebisingan, dan arus lalu lintas yang bebas dari kemacetan.


bersambung…

6 comments :

  1. Kalo ke Bandung better memang ga memilih jalur-jalur biasa yang dikunjungi banyak orang. Mending mencari sisi lainnya Bandung deh.. :D

    ReplyDelete
  2. betul!!! malah saya mah mending jalan kaki da :D

    ReplyDelete
  3. haha, kalo di kbbi sih tetirah itu, "keluar kota untuk memulihkan kesehatan yg baru sembuh dari sakit" :kishishi:
    sakit=galau? :D

    ReplyDelete
  4. galau=curhat?

    apa karena galau kuliah hari sabtu sampe sore?

    :kikik:

    ReplyDelete