11 March 2013

Pengin Kurus

2 comments :

Sedemikian pesatnya perkembangan berat badan saya nggak bisa dibiarkan lagi. Kaus oblong, polo shirt, celana-celana jeans, celana katun yang saya punyai udah pada teriak kesempitan. Sesak. Sampai-sampai, saya nggak berani mengukur lingkar pinggang atau pun lingkar bokong. Nimbang berat badan pun harus nyiapin mental dulu. Takut shock. Lalu terkapar pingsan.

Bukan tanpa usaha. Berbagai metode penurunan berat badan sudah saya lalui. Dulu, pernah hampir delapan bulan gabung ke fitness center, lalu berhenti dan beli dua dumbell buat olahraga di rumah. Tapi, entah. Apakah niat saya yang masih setengah hati, atau metode yang saya lakoni kala itu keliru. Semua usaha yang saya lalui belum menghasilkan dampak berarti, alih-alih tubuh berubah jadi kayak Taylor Lautner. 

Justru sebaliknya. Tambah mekar!

Semalam, saya iseng googling mengenai itu. Terjerumuslah saya ke web yang memaparkan tentang manfaat jalan kaki. Di sana banyak memaparkan berbagai manfaat kegiatan yang kita anggap sepele itu. Bila dilakukan secara rutin dan teratur, jalan kaki bisa menurunkan berat badan. Selain itu, yang terpenting, jantung jadi lebih sehat.

Saya jadi teringat waktu masih bekerja tiga tahun lalu. Kebetulan plant tempat saya bekerja agak jauh dari gerbang pabrik. Jadi, saya dipaksa untuk jalan kaki kira-kira satu setengah kilometer. Pulang pergi berarti tiga kilometer tuh. Belum lagi saat bekerja, kalau ada trouble mesin. Ya, harus bolak-balik jalan kaki, naik turun tangga, ngebenerin komponen yang mengalami trouble selama delapan jam kerja tiap harinya. Belum kalau lembur. Bisa kerja nyampe 12 jam tuh.

Secara alamiah dan terpaksa, dulu saya melakukan olahraga setiap harinya.

Berkat olahraga terpaksa itu, berat badan saya pernah menyusut hingga belasan kilogram. Namun, setelah berhenti bekerja lalu berkuliah hingga sekarang, lemak-lemak yang dulu lenyap kembali lagi ke perut, bokong, paha, lengan. Pipi juga. Semuanya deh.

Selain itu, saya juga tak sengaja mampir ke link tentang diet golongan darah. Kebetulan, golongan darah saya A. Menurut berbagai sumber (kontennya hampir sama, saling copas mungkin ya), golongan darah A sebisa mungkin menghindari daging merah. Ya, contohnya daging sapi, kerbau, kambing, dan hewan berkaki empat lain. Golongan darah A harus memperbanyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Protein pun kalau bisa yang nabati, kayak tahu dan tempe. Sekalipun ayam, harus tanpa kulit, bagian dadanya saja.

Well.... apa yang kita lakukan sehari-hari sebenarnya merupakan olahraga. Sederhana saja. Tapi, kemalasan dan pelbagai alasan merupakan penghambat utama.

Sebelum terpaksa beli karung goni untuk dikenakan saking nggak ada baju yang pas, ikhtiar harus lekas dilakoni lagi.


gambar dari sini 

2 comments :

  1. ga sabar liat cepy pake karung goni :surprise:

    sensitip loh ini postingan berat badan duh :-3

    ReplyDelete
  2. @veny: huuuu :-3
    hahaha, semoga terinspirasi deh bu :nyu:

    ReplyDelete