18 March 2013

TB Sjafrie Mangkuprawira - Profesor Kehidupan

10 comments :
keluarga blogor - credit: @InsideErick

Tiada kata terlambat untuk menyampaikan perasaan kehilangan, bukan?

Profesor. Dulu, di benak saya kata tersebut amat lekat dengan stigma keras, tak kenal komromi, angkuh, dingin, dan pelbagai hal negatif lainnya. Satu lagi. Musuh mahasiswa!

Kesemua mindset di atas luruh ketika saya menghadiri halal bihalal blogor pasca Idul Fitri tahun lalu. Sapaan hangat, senyum yang tersungging di bibir anda, menyambut saya dan kang akhdian pagi itu. Selepas itu, anda bertanya kepada kang akhdian perihal definisi hoax yang tengah hangat-hangatnya di dunia maya kala itu. Baru kusaksikan seseorang yang berselisih usia lumayan renggang dengan lawan bicaranya, bertanya tentang apa yang ingin ia ketahui secara mendetail. Tanpa memperlihatkan atau menunjukkan bahwa anda yang jumawa, harus lebih tahu hal-hal apa pun lantaran lebih kenyang merasakan asam-garam kehidupan daripada lawan bicara yang jauh lebih muda.

Andakah yang disebut blogfather itu? Mengapa berbeda sekali dari kesan angkuh seorang akademisi senior yang pernah saya bayangkan sebelumnya?

Ah, anda Profesor yang terlalu humble bagi saya, Prof...

Saya kagum terhadap anda, Prof! Teramat langka bagi seseorang penyandang titel profesor yang menyempatkan diri―lebih dari itu, berinteraksi aktif―untuk membagi ilmu serta pengalamannya ke khalayak online di blog pribadi anda. Bukan semata membenamkan ilmu teoretis terhadap kalangan mahasiswa yang anda ajar di kampus belaka.

Yang membuat saya berdecak, anda rajin mengelola blog secara berkala. Hampir dua kali seminggu. Pada halal bihalal setahun lalu, anda sempat menyemangati, menyentil blogger senior―hingga blogger pemula seperti saya pun―supaya kembali lagi kepada fitrah seorang blogger. Kembali menulis artikel di blog pribadi masing-masing.

Jujur, belum ada kenangan pribadi secara langsung, mengingat masa perkenalan saya yang terlampau singkat dengan anda. Namun, ada secarik kenangan yang membuat saya tercenung dini hari ini. Anda pernah menyempatkan diri membaca dua artikel di blog saya, lalu meninggalkan jejak komentar di sana :

Tanggapan Pak Sjafrie terhadap artikel tentang PLN

Tanggapan Pak Sjafrie terhadap artikel tentang perlunya melirik kembali sektor pertanian

Padahal, konten artikel yang saya tulis itu sekadar cuap-cuap alias kesoktahuan belaka. Amat jauh dari kata sempurna, boleh dibilang dua artikel itu hanyalah curhatan tengah malam. Terlebih, kala itu saya masih mahasiswa semester tiga! Mungkin, oleh sebagian orang yang telah bertitel setara dengan anda Pak Sjafrie, tulisan saya semacam itu takkan diindahkan. Lebih dari itu, jika bukan anda yang membaca, alih-alih berkunjung ke blog saya, berniat mengeklik link saya di aggregator pun tidak.

Ya, karena anda Prof. Sjafrie..

Prof.. rihatlah dengan tenang di sana..

Sesungguhnya anda belum meninggalkan kami seutuhnya. Hanya jasad dan roh anda yang telah pergi. Letupan semangat untuk terus belajar hal-hal apa pun di dunia ini, nasihat-nasihat tanpa kesan menggurui, hingga lelucon segar yang pernah terlontar dari lisan anda akan senantiasa kami kenang, rindukan, hingga kami masih yakin bahwa anda belum pergi, Prof!

Anda akan selalu hidup di tengah-tengah kami, keluarga blogor.

Selamat beristirahat, Profesor Kehidupan...

10 comments :

  1. Semoga arawah beliau dapat tempat terbaik di sana ya Cepy

    ReplyDelete
  2. Aamiin :)

    Btw, buat nanti malam nggak lupa khan bro ? ditunggu kehadiranmu sama blogger lain di CS Dunia Ely , telat gpp, thanks ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. trims mbak el :)
      walah.. maaf ya, jam delapan tadi masih di kampus :sorry
      semoga forum CS selanjutnya bisa turut berpartisipasi :ngacir

      Delete
  3. Turut berbela sungkawa Mas Cepy, smg beliau tenang dan diterima ditempat yang layak... Aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. insya allah, aamiin.. trims doanya, mas :)

      Delete
  4. malu euy sama cepy, blog aku belum pernah dikomentari almarhum semasa beliau hidup.. aku juga malu belum pake .com masih pake gratisan :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiaaahh... aya-aya wae :capedeh
      hahaha, ini juga gue hostingnya mah masih pake blogspot venyyy, cuman domainnya doang yang berbayar mah :ngakak

      Delete
  5. Hmm, ga ngerti :3
    hahahaha pfffttt

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga penting domain sendiri atau berbayar. yang penting mah blognya di-update terus, ven :3

      Delete