20 April 2013

Entah

10 comments :
Witing tresna jalaran saka kulina. Cinta tumbuh karena terbiasa. Entah, pepatah Jawa itu terus terngiang-ngiang di telinga kanan, kemudian enggan keluar melalui telinga kiri. Entah lantaran sering bergaul dengan orang Jawa. Entah terlalu sering menahan gigil akibat kehujanan setiap hari. Entah tersebab sesuatu yang entah.

Terlalu banyak intuisi, terlalu banyak visi-misi, terlalu banyak prediksi, terlalu banyak konspirasi. Hingga, tak jua menemukan secercah cahaya. Mungkin, itu yang menyebabkan sesuatu yang entah menggelayuti benak. Setiap jarum jam berdetak, setiap nadi berdenyut, setiap helaan-dengusan napas yang memburu.

Yang ditemukan, hanya secuil harapan, yang kemudian terurai menjadi seonggok bangkai. Busuk.

Tak dapat tersangkal, cinta, tumbuh dari keterbiasaan. Biasa saling temu, saling sapa, saling curah, saling merindu. Bahkan, saling benci. Tanpa keterbiasaan yang menuhankan "saling", cinta seolah ikan yang lupa akan tata cara berenang, lebih baik mati ketimbang sakit hati dituding yang entah-entah.

Pada akhirnya, cinta, memang tumbuh dari muasal yang entah. Sulit diterka, apa sebetulnya sesuatu yang entah itu, hingga menemukannya sendiri, lantas merengkuhnya lekat-lekat, supaya tak berubah kembali jadi entah.

Entah.

10 comments :

  1. bagaimana dgn dunia maya Cepy adakah cinta dtg karena kebiasaan ? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm, gak bisa jawab, mbak. belum ada buktinya, sih :ngakak

      Delete
  2. karena baca entah jadi entah mau komen apa -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo begitu, entahlah, ini juga mau balas apa :D

      Delete
  3. asik ada yg lagi jatuh cinta nih kayanya ya ihiy~

    ReplyDelete
  4. hahay jatuh cinta ka saha tah, paling batur sakelas nya wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. entahlah, kang, saya juga bingung :ngakak

      Delete
  5. Everyone you meet is afraid of something, and has lost something. But often meet, replace those with love

    ReplyDelete