21 January 2014

Jarum Gigil

9 comments :
Konon, salah satu waktu berdoa yang niscaya diijabah Allah SWT, ialah pada saat hujan deras. Saya berdoa: semoga hujan lekas reda.

Saya sedih membayangkan apa yang terjadi di kota yang jaraknya beberapa puluh kilometer dari sini. Melalui televisi, saya melihat kali-kali berair cokelat yang sudah pindah tempat ke permukiman. Perahu karet di mana-mana. Mobil dan motor teronggok di sembarang. Reporter yang biasa tampil cantik, kini berbalut jas hujan, tudung kepalanya dirintiki hujan. Entah, apakah kakinya disungkup high heels, sebab genangan sudah mencapai lututnya.

Di sini, di kota pengirim hujan, hujan seperti terkakak-kakak girang pada dini hari, subuh, pagi, siang, sore, petang, malam, dini hari. Begitu, sampai sekarang. Mungkin langit sedang balas menghunaji kita dengan berkubik-kubik air, setelah awal tahun kemarin ia kewalahan kita tembaki oleh kembang api dan petasan harapan. Semoga hujan lekas reda.

9 comments :

  1. Replies
    1. masih tersedia kang, larisan premium kok hahaha

      Delete
  2. hhh... iya kalo kita nga bisa menghormati alam, seperti ini jadinya... semoga hujan cepat reda dan pak jokowi bisa mengatasi banjir dengan segera, oh ya kmrn bogor dibantu jakarta masalah pendanaan untuk pembongkaran villa di puncak lho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mudah-mudahan. semoga mal-mal dan ruko-ruko enggak gampang dan sembarangan dibangun lagi deh :|

      Delete
  3. Emang sudah saatnya ibu kota dipindah ke dataran tinggi yaaa... Kasihan kalau harus banjir begitu..

    ReplyDelete
  4. Amiiiin. Semoga doanya diijabah selalu Cep. Semoga hujan ya hujan tapi ga sampe banjir di sini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. katanya sih udah pada surut ya. syukurlah :'D

      Delete
  5. sekarang apa sdh berhenti hujannya Cepy ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah sekarang lebih sering cerah, mbak el :)

      Delete