05 December 2014

Lo(ve) NOx Burner

4 comments :

Menurut seorang praktisi, burner tipe ini memiliki prinsip yang agak lain. Karakteristik paling menonjol dari burner ramah NOx ini adalah momentum yang tinggi. Momentum merupakan hubungan antara massa dan kecepatan. Demi mengkreasi momentum yang tinggi, diperlukan laju aliran udara primer yang sangat tinggi sehingga terwujudlah pusaran dalam maupun eksternal antara udara primer dan udara sekunder di mulut burner.

Bagaimana cara menciptakan high momentum?

Burner tip direlokasi sekaligus dimodifikasi secara geometris, dengan cara memisahkan saluran batubara, udara aksial dan udara radial. Saluran untuk batubara berada di tengah, dikelilingi oleh saluran udara aksial dan radial dengan celah-celah aneka rupa, guna memperkecil luas penampang.

Berkat luas penampang jalur udara aksial pun radial yang lebih kecil, diperoleh kecepatan udara primer yang jauh lebih tinggi ketimbang bentuk burner tip sebelumnya, dengan debit yang sama.

*

Selain momentum tinggi berkat aerodinamika burner tip, ada poin penting lain yang berkontribusi memangkas NOx dalam proses pembakaran.

Pada burner tipe mono channel, batubara dan udara primer dicampur dalam satu saluran nozzle saja, seperti selongsong pipa, kemudian keduanya bereaksi dengan panas di dalam tungku. Bahan bakar dengan mudah berbaur dengan udara di dalam nozzle. Keduanya adalah sejoli, yang kelak akan dibangkitkan oleh panas sebagai api. Mudah dan sederhana, namun sebagai konsekuensinya, mono channel burner menyisakan emisi NOx yang tinggi.

Bandingkan dengan multi channel burner tipe Low NOx. Batubara dan udara takkan berjumpa sebelum langsung bersemuka dan bereaksi secara sempurna dengan heat di dalam tungku. Mula-mula, memang, pertemuan keduanya ditunda terlebih dulu, tidak tergesa-gesa dipertemukan. Selalu ada jeda sebelum sempurna diwujudkan takdir.

Batubara dan udara itu seperti cewek dan cowok.

Mula-mula terpisah, bahkan konon berlainan planet. Pada akhirnya, cewek dan cowok bakal saling bertemu dan bereaksi satu sama lain, pada kondisi yang tepat. Terlalap api cinta secara sempurna, berkat resirkulasi (dalam hal ini saling pengertian dan perhatian) yang baik, sehingga tidak ada produk-produk lain semacam NOx maupun O2 bebas. Emm, saya ralat, bukannya tidak ada, namun persentasenya kecil.

Kalau belum ketemu-ketemu, ada beberapa kemungkinan: (1) Luas penampang (baca: kriteria) Anda terlampau besar; (2) Masih saling menunggu (momen) di dalam saluran masing-masing, sama-sama gengsi, sama-sama belum siap untuk kembali mencintai di mana mencintai itu selalu sepaket dengan melukai; dan (3) Bersabarlah. Terkadang menunda dirasa lebih baik ketimbang tergopoh-gopoh mereaksikan hubungan terlarang. Atau, terpaksa saya pasang nomor (4) Barangkali spesifikasi kalian tidak cocok satu sama lain. Ikhlaskan, cari tipe lain.

Memang, tidak ada pembakaran yang benar-benar sempurna. Cinta juga.[]

NB: Pekan ini adalah pekan delapan jam; delapan jam saja di rumah. Numpang tidur doang. Saya kurang tidur. Betul sekali, saat ini Anda sedang membaca tulisan orang yang separuh mengigau, separuh mengantuk berat. Selamat!

4 comments :

  1. boleh ngacungin tangan nggak? kali ini saya ga paham postingannya tentang apaaah...*nangis darah* hihihi :p

    ReplyDelete
  2. Wah suka banget sama design lingkaran di atas itu, nyeni banget!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha makasih kakak! bikinan sendiri lho *padahal gambar gitu doang*

      Delete