04 November 2015

Life Hacks untuk Orang Gemuk

14 comments :
 

Tulisan ini sangat kredibel karena bersumber dari pengalaman seseorang yang bertubuh gemuk atau gendut atau gembrot selama 24 tahun lamanya. Saya sendiri. Jadi, saya tidak sedang menyebarkan kegaduhan, kan? Apakah tulisan saya tergolong pasal yang termaktub dalam SE Hate Speech, Pak Polisi? Dalam SE Hate Speech gak ada kan pasal membully diri sendiri?

Percayalah, tips-tips diet di kanal aneka media online yang justru iklannyalah yang menyebar kegaduhan, inti kontennya hampir sama satu sama lain. Sama-sama menyuruh orang gemuk untuk hidup susah dengan ratusan pantangan makanan. Udah saya coba belum satu pun yang berhasil optimal. Jadi gak usah terlalu percaya begituan. Percayalah sama Allah.

Hanya ada dua pilihan bagi orang gemuk: tetap tabah memboyong karung lemak ke mana-mana lengkap dengan ejekan dari orang kurus, atau berjuang keras melangsingkan badan seumur hidup. Tidak ada yang enak. Meskipun dua tahunan ini saya sudah melaksanakan diet dan hasilnya pun lumayan (lumayan miris), namun pada kesempatan kali ini saya ingin memfokuskan pada pemulihan percaya diri orang gemuk, sebab saya telaah selama ini, kebanyakan orang gemuk itu minderan.

Hanya ada dua pilihan bagi orang gemuk: tetap tabah memboyong karung lemak ke mana-mana lengkap dengan ejekan dari orang kurus, atau berjuang keras melangsingkan badan seumur hidup. Tidak ada yang enak.

Sikap minder ini bukan tanpa alasan. Di balik pilihan mengasingkan diri orang-orang gemuk, ada banyak musabab yang logis untuk diterima hati nurani.. tentu saja nurani orang gemuk sendiri sih hahaha. Sudahlah tak usah dibahas, sebab nantinya kadar curhat ini akan semakin dominan, hiks..

Baiklah, LifeHacking yang pertama adalah! *suara genderang bertalu-talu dari tepukan perut*

1. Yakini dirimu diciptakan berbeda. Setiap orang punya kelebihan masing-masing. Kelebihan orang lain mungkin pandai bergaul, lancar berbahasa alay, lihai maen parkour sambil makan seblak, sedangkan kelebihan kamu adalah kelebihan berat badan. Jadi mula-mula, camkan bahwa kamu punya hal-hal unik di balik gelambiran lemak yang juga berlipat-lipat biadab. Selulit, barangkali.

2. Perkara busana penting banget bagi orang gemuk. Setidaknya setelan pakaian yang match dapat sedikit mempersempit area pandang tubuh yang luas. Agak serba salah memang. Pake baju longgar, dikira pake gamis. Pake baju ketat, disangka pamer aurat. Pilihlah ukuran yang paling pas, meskipun saya yakin kamu kerap kesusahan memperoleh ukuran pas. Belilah baju di Factory Outlet yang menyediakan ukuran bule, jangan di emperan. Bukannya sok mengonsumsi produk luar, kalo di emperan biasanya paling banter ukuran terbesar cuma L atau XL pun XL banci. Ngetat banget broh.

Untuk warna pakaian, pilih warna gelap semacam hitam atau biru navy alias dongker. Tahu kan biar apa? Guna menciptakan efek tipuan optik. Konon seseorang tampak kurus bila memakai pakaian warna gelap. Maka dari itu saya suka sekali hitam. Jangan pink, nanti dikira babi. Jangan abu-abu tua, apalagi mengkilap, nanti disangka hippopotamus.

Daripada memberatkan dirimu sendiri, padahal hidupmu sudah sangat berat, berat sekali (I feel you, broh), maka urusan busana bagi orang gemuk lebih baik menginvestasikan daleman tinimbang luaran. Daleman toh tidak kena imbas tren fashion, di mana ketersediaan fashion yang ngetren selalu datang terlambat bagi orang gemuk. Gak ada celana dalam model baggy atau cingkrang. Atau singlet model V-neck maupun tank-top (singlet emang udah tank top keleuss).

Lagian sekekinian apa pun model daleman, toh gak bakal kelihatan orang-orang, kecuali kalau memang kamu berniat pamer aurat sama lawan jenismu, dan terkadang sesama jenis ikut-ikutan kesengsem terhadapmu. Selain itu, kegantengan pun berawal dari dalam kan?

3. Saya sadar keringat orang gemuk cenderung keluar secara lebay. Mungkin karena hari demi hari, pori-pori tubuhnya membesar akibat melarnya kulit berkat lemak yang berontak.

Sebesar inikah pori-pori kulit orang gemuk?

Ke mana-mana bawa handuk adalah perbuatan yang sangat saya sarankan. Setidaknya handuk kecil. Gapapa dipanggil Bajuri juga, moga-moga ketularan naik haji setelah jualan bubur. Bawa pula selalu deodoran ke mana pun kamu pergi. Walau gemuk seumur hidup, setidaknya kamu wangi sepanjang hari.

4. Untuk kebugaran tubuh, pilihlah olahraga yang ringan-ringan. Saya pernah cedera pergelangan kaki ketika bermain bulutangkis, akibat terlalu semangat, terlalu greget menghadapi lawan yang lebih kurus, dan lebih jagolah tentunya. Tiga minggu saya berjalan terpincang-pincang. Tanpa pijat Cimande, mungkin lebih lama kaki saya pulih waktu itu. Sejak peristiwa cedera dua tahun lalu, saya belum pernah memegang raket lagi. Trauma? Bukan. Karena emang saya gak punya raket. Dulu pinjem.

Asal mematuhi rambu-rambu jalan raya, bersepeda adalah olahraga yang risiko cederanya ringan. Cocok bingits bagi orang gemuk. Tidak seberisiko olahraga kompetisi macam sepakbola, futsal, dan bulutangkis. Selain pantat pegal atau paling banter sakit selangkangan karena setelan sadel kurang ergonomis bagi postur tubuhmu, bersepeda cukup recommended untukmu.

Alternatif selain sepeda, jogging juga olahraga yang bagus bagi orang gemuk. Sebab tempo dan ritme berlari dapat disesuaikan kemampuan, asalkan dijalani dengan istiqomah, kalau kata Eko. Tetapi pesan saya, jangan jogging sembari mengenakan kaus merah yang pusarnya keliatan di siang bolong. Nanti kamu dikira Winnie the Pooh, beruang madu yang sedang kelaparan di gurun Gobi. Terus dipalakin madu deh sama begal.

Tips lain dari saya. Kalau kamu masih gemuk, berolahragalah sewajarnya demi kebugaran, jangan diforsir, kawan. Tak usah dulu diniatkan untuk menurunkan berat badan. Percayalah, niatan sedemikian hanya akan berfungsi di awal-awal kamu berolahraga, selanjutnya kamu akan kelelahan luar biasa dan akhirnya kamu bakal memutuskan rihat panjang, selama-lamanya. Rihat dari olahraga maksudnya.

5. Untuk kesehatan hati, curhatlah di blog seperti saya. Setidaknya di blog orang takkan tahu tubuhmu sebesar apa, pipimu setembam bakpaukah, lingkar pinggangmu 50 hektar. Jarang ada yang mengomentari kegemukanmu di blog (jikapun ada yang komentar pun kamu harusnya mengucapkan alhamdulillah). Tidak ada yang berkomentar sinis tentang tubuhmu yang bohai. Paling banter juga yang komentar sembari spam promosi nomor togel atau jualan token listrik. Kamulah penguasa di blogmu masing-masing. Dan terkadang kamu jugalah yang berkomentar di blogmu sendiri.[]

14 comments :

  1. ayok sepedahan kalo gitu, boss

    ReplyDelete
  2. Baru bisa komen lagi nih,cep haha

    gpp lah cep, klo gak ada orang gemuk, gak bakalan ada orang kurus #quotesampah

    ReplyDelete
  3. Gowes itu juga belum tentu bikin cepat kurus, mas. Beda kalau aku yang udah kurus dari sononya hehhehe. Karena gowes tanpa kuliner itu rasanya hampa :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha hadeuh, kebongkar juga nih rahasia saya. emang bener broh, gowes tanpa mampir sarapan atau makan siang itu rasanya gak afdal :D

      Delete
  4. Hiksss... saya mau ikut curhat dong masbro... boleh *lirik tas pinggang*

    ReplyDelete
  5. kalau masalah keringat, saya yang berat bandan dibawah 50kg juga mengalami keringat berlebih padahal saya orang yang kurus

    ReplyDelete
    Replies
    1. seriusan mas? kalo temen saya yg kurus, malah susah banget keringetan. udah olahraga lama juga tetep aja kering :D

      Delete
  6. Olahraga bikin kuat nahan lapar sih. Soalnya sel tubuh kita semacam menantang kita untuk olahraga lebih keras lagi. Manusia memang gak pernah puas khan? Sama kayak sel sel tubuh kita. Makanya kalau olahraga maksimal, maka sel sel tubuh akan mempersiapkan olahraga berikutnya yg lebih maksimal lagi, otomatis akan males makan banyak2 biar sel selnya gak kelelahan mencerna makanan.

    Gitu gak sih?

    kalau aku gitu sekarang. Sejak suka larilarian, jadi agak males makan. Dikit aja makannya udah kenyang. Karena kalau banyak nanti berat. Trus ga bisa mencapai finish. malu. HAHAHAHA

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo udah rutin dilakukan sih iya, kak. saya juga kalo udah rutin lagi sepedahan atau olahraganya dedy corbuzier (O7W) mulai bisa ngatur pola makan lagi. lebih cepet kenyang, bener kak. tapi sekalinya berhenti karena aktivitas di luar rumah yang padet bingit.. duh, mulai deh, segala disikat. padahal kan olahraganya jarang, atau malah engga sama sekali kalo pas sibuk-sibuknya.

      Delete