08 November 2015

Makan Soto Banjar di Bogor

6 comments :

Adakah teman-teman yang berasal dari Banjar namun sekarang bermukim di Bogor? Sebagai perantau, pasti kangen dong sama makanan khas kampung halaman. Di Bogor terdapat rumah makan yang khusus menyediakan masakan khas daerah Kalimantan Selatan. Waroeng Bumi Khatulistiwa adalah nama rumah makan tersebut yang berlokasi di ruas Jalan Pajajaran No. 28A, Kota Bogor, bersebelahan dengan Kedai Bakmi Jogja Pak Karso.

Lebih dari setahun silam saya pertama kali mencoba soto khas Banjar. Waktu itu baru jadian beberapa bulan sama Nona M. Suatu sore dia mengajak saya ke sini, ceritanya mencoba mengenalkan makanan khas daerah kelahirannya pada saya. Sebagai pemilik lidah yang menjunjung toleransi antar suku seluruh dunia (alias segala disikat), saya menjajal kuliner seberang ini dengan senang hati. Eh, sampai sekarang malah ketagihan, sudah lebih dari empat kali kami makan di situ.

Menu andalan Waroeng Bumi Khatulistiwa adalah soto Banjar. Selain soto, terdapat menu khas lain seperti sate ayam, sate itik, ayam & bebek bakar. Ada pula menu yang hanya tersedia pada Sabtu-Minggu di antaranya nasi kuning, ketupat kandangan, gabus masak habang, lengkap dengan varian yang bisa Anda pilih sesuai selera.

Selama ini saya baru mencoba sotonya saja. Soto Banjar terdiri dari suwiran ayam kampung, bihun, sepasi telur rebus, perkedel, dan taburan seledri, dilengkapi beberapa kupasan jeruk limau untuk memperkaya rasa. Rasa soto Banjar di lidah sulit digambarkan (miskin imajinasi aja sih), pokoknya maknyus deh. Dibandingkan dengan soto lain yang lebih familiar di sekitar kita semacam soto lamongan atau madura, tentu berbeda cita rasa, meskipun secara penampilan nyaris serupa.

Secara umum, rasanya nikmat dan kaya rempah. Timbul rasa hangat dalam dada, kemudian mengalir ke sekujur tubuh, usai menyeruput kuah demi kuah soto, suwir demi suwir ayam, bihun, perkedel, yang dilumat bersamaan dengan lontong kenyal. Hingga tak terasa mangkuk di hadapan sudah licin, kuah soto yang sebelumnya memenuhi mangkuk telah surut saya seruput.


Semangkuk soto Banjar + lontong atau nasi cukup ditebus dengan harga 24 ribu. Menurut selera saya, soto Banjar lebih tepat dan nikmat disantap bersama lontong. Jangan lupa kucuri soto dengan kecap, sambal khas Banjar, perasan jeruk limau, dan.. tentu saja bersama Amplang, kerupuk ikan yang tak pernah absen saya cicipi setiap kali mampir ke Waroeng Bumi Khatulistiwa. Sebungkus amplang harganya 12 ribu, lumayan mahal untuk sekelas kerupuk, berat di ongkir sepertinya.



Rumah makan soto Banjar di Bogor ini buka setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 10 malam. Bagi teman-teman warga kota Bogor yang sudah terbiasa dengan soto mie atau soto kuning khas Bogor, soto Banjar ini patut Anda jajal bersama keluarga atau teman. Atau.. bersama pacar yang asli orang Banjar #eaaa.[]

Skor Soto Banjar Waroeng Bumi Khatulistiwa :
Rasa : 8,5
Tempat : 8
Pelayanan : 8
Harga : 7
Instagramable : 8,5

6 comments :

  1. waaah sotonya di makan dengan lontong ya? baru kali ini liat soto dimakan dengan lontong hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, bu. jadi mirip lontong kari ya :D

      Delete
    2. Bedanya Soto dan Sop Banjar cuma penggunaan ketupat sama nasi, Bu. Kalo soto pakai ketupat, sop pakai nasi. Kuahnya Dan isinya sama saja.

      Delete
  2. Padahal barusan ke bogor, tapi karena buru2 ga sempat nyari lokasinya. Mau bandingin rasanya sama Soto banjar yg di cilandak, mana yg lebih mendekati Soto banjar asli. Susah lho nyari Soto banjar di jabodetabek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut saya soto banjar yang di bogor ini patut dicoba. menurut pacar saya yang asli banjar, rasanya gak jauh beda sama soto banjar di banjarmasin sana. hehe, bener banget, pak, di jabodetabek mah ketemu soto, soto madura lagi, soto lamongan lagi :D

      Delete