29 July 2017

Ngulik 2: Nyatanya Bukan Cuma Nyegerin

2 comments :

Sekali lagi Cak Lontong bikin saya gemes. Iklan Spritenya makin gila, makin aneh, tapi makin keren menurut saya. Kenapa?

Komedian satu itu populer dengan materi canda yang konon nyuruh mikir, bukan ketawa. Wajah yang hemat menebar senyum, apalagi tawa. Dan statement-statement dia sering bikin kesel, tapi setelah dipikir-pikir lagi, bener juga sih, gak ada yang salah, ada benernya juga, meski kita tetap dongkol.

Menurut saya dia menciptakan semacam anti-teori dari komedi-komedi yang dihasilkan. Dengan gimmick tak mengharap tawa audiens di mana hal ini tentu saja merupakan goal utama siapa pun yang mengaku sebagai komedian. Dia hanya mengeluarkan untaian kalimat yang terdengar formal; "sangat korporat", lain hal dengan mayoritas komedian populer yang lekat akan kata-kata "lo tau gak sih" atau "gue sebel" dan "gue benci".

Barangkali gara-gara kelakuannyalah mengapa Sprite memilih Cak Lontong sebagai narator, dan mungkin pula, sedikit banyaknya berperan dalam perancangan skrip beberapa iklan mereka.

Termasuk salah satu dari beberapa konten iklan Sprite yang dinaratori oleh Cak Lontong ini, kebetulan baru tayang beberapa minggu. Setelah Nyatanya Nyegerin, dia lagi-lagi muncul dengan tagline Nyatanya Pas! Dan kampretnya, iklan Sprite dia jadi efektif berkat kepiawaiannya beranti-teori. Perhatikan pernyataan pertama dalam tayangan iklan tersebut:

Nyatanya SPRITE KEMASAN PAS! Pas di kantong.
Tapi ya gak pas basah juga
Geblek gak sih? Sebelum-sebelumnya saya perhatikan, belum ada perusahaan yang berani beriklan seapaadanya iklan ini. Andaikata dituangkan dalam mayoritas formula iklan-iklan selama ini, paling-paling bakal kayak gini:
Nyatanya SPRITE KEMASAN PAS! Pas di kantong.
Enak dibawa ke mana aja kalian pergi
Buruan cobain!
Yah, saya yakin 90 persen bakal menerapkan formula aman seperti premis di atas. Mari kita coba "benerin" premis selanjutnya iklan tersebut:
Pas di dompet,
tapi ya gak usah dimasukkin!
Pas di dompet, lazimnya sebagai kiasan dari harga yang terjangkau. Namun sintingnya, Cak Lontong membelokkan makna premis tersebut secara literal: Pas di dompet, jadi botolnya dimasukkin ke dompet. Gila lah, masih fresh sih formula ini sekarang, yah, setidaknya setiap premis menimbulkan senyum dari siapa pun yang menyaksikan, dan puncaknya adalah pada premis terakhir di mana aktornya tiba-tiba mandi-mandi bahagia lantas Cak Lontong bilang "gak usah lebay".

Iklan 30 detik yang terasa seperti 10 detik saja, sebab saya menikmatinya sebagai kebaruan, setidaknya kebaruan di media mainstream Indonesia. Saya yakin kalau di youtube (masih tergolong media non-mainstream untuk saat ini, menurut saya) banyak iklan yang lebih kampret idenya, namun secara demografis, iklan Sprite nyatanya memang selalu pas berkomunikasi dalam bentuk visual maupun audio visual kepada khalayak dari kalangan mana pun.[]

05 July 2017

Ngulik 1: Parodi Drama Korea dari Axis

No comments :

Baik, sebelumnya saya jelaskan sedikit. Ngulik adalah kependekan dari Ngulas Iklan, opini subjektif banget dari saya mengenai iklan-iklan apa saja yang menurut saya menarik untuk diulas. Moga ke depannya saya konsisten ngulas iklan demi iklan dengan hati yang riang ya. #halah

Provider telekomunikasi Axis tak mau ketinggalan mengikuti tren korea-koreaan dalam bentuk parodi, yang sebelumnya berhasil dikreasi oleh Sprite dengan teriakan menggemaskan "Oppa!" namun nyatanya dijawab oleh Opa-opa beneran itu. Seperti biasa, karena target market Axis adalah anak sekolahan (yang budget pulsanya terbatas), pengisi iklannya pun didominasi oleh remaja berbaju warna-warni dan tingkah yang "anak muda mah bebas".


Remaja bergaun pink dengan dandanan ala K-Pop keluar dari sedan BMW, sambil nyanyi-nyanyi bahagia. Lari setengah nari sama cowok yang bajunya warna-warni, masing-masing megang hape dan kepalanya khusyuk nunduk, mungkin ceritanya lagi asyik Line-an, BBM-an, Whatsapp-an.

Scene selanjutnya lumayan cerdik karena bener-bener memanfaatkan isu yang lagi anget beberapa bulan lalu. Maung atau macan Cisewu yang lebih mirip kucing itu hadir dalam iklan ini! Macan lucu nan murah senyum tersebut nangkring cantik di komedi putar, warnanya ada yang oranye dan hitam. Saya yakin mayoritas pemirsa khususnya netizen setidaknya tersenyum menyaksikan scene yang diakhiri dengan adegan cewek dan cowok berkemeja polkadot yang berjalan berhadapan sambil tetap asyik dengan hape masing-masing lantaran tak khawatir kehabisan kuota lagi, mungkin.

Menjelang ending, cowok berpayung yang sok cool berpapasan dengan cewek yang heboh sendiri dengan hapenya, sampai-sampai terperosok ke galian fiber optic, lantas kemudian ditengok sama remaja-remaja berpayung di sekitarnya. Entah pada mau nolongin, entah kalau dilanjutkan mungkin malah mau nguburin orang yang sok Hitz. Katanya sih ini marodiin drakor Goblin.

Seperti sebelum-sebelumnya, iklan Axis yang secara disengaja kerap diproduksi urakan seurakan-urakannya, berhasil membuat saya atau mungkin Anda rela menontonnya sampai detik ke 30 tanpa merasa perlu meng-klik "skip ad" di kanal youtube, atau mungkin kita sengaja menunggunya muncul dalam commercial break di televisi.[]