Hehehe, entah kenapa malam Jumat tadi mata saya malah tergerak untuk membaca postingan lama. 

Kesannya? Huahahaha lucu banget, pengen ketawa ngakak baca-baca tulisan lama. 

Alasannya?

Pertama, banyak emoticon di sela-sela artikel. Mending kalau cuma satu dua, ini mah hampir tiap baris ada emoticon-nya hahaha. Tampaknya, dulu saya belum bisa membedakan antara menulis di blog dan menulis SMS buat pacar :p

Kedua, Setiap kalimat belum mengalir secara runut. Saya akui, hingga saat ini pun gaya tulisan saya termasuk yang kaku, apalagi bahasa yang saya pakai untuk menulis di blog ini bukanlah bahasa gaul dan nyeleneh ala Raditya Dika, Shitlicious, atau pun teteh piera :)))  

Ketiga, dalam postingan saya yang lama terlalu banyak kalimat yang tidak berbaur menjadi satu paragraf. Nah, untuk yang satu ini, karena dulu saya mengikuti cara Pandji nulis di e-book-nya, Nasional Is Me. Di e-book itu banyak kalimat-kalimat yang misah-misah, gak berbaur menjadi paragraf. Dan saya menirunya karena menurut saya keren, mirip puisi tapi non fiksi. Hehe, namun akhir-akhir ini saya lebih memilih untuk membuat suatu paragraf dengan minimal 3 kalimat, supaya tidak terlalu kaku dan lebih manusiawi hahaha.

Jika penasaran untuk terjerumus ke dalam tulisan jadul (serasa tua) saya, bisa dicek di sini:

Nostalgia 1
Nostalgia 2
Nostalgia 3
Nostalgia 4

Belajar tentu saja memerlukan proses panjang, termasuk belajar menulis. Dengan seringnya saya membaca blog anda yang keren-keren serta inspiratif, semoga saya bisa menulis lebih baik, lebih rapi, serta lebih rajin tentunya hehehe.

Gambar dari : bit.ly/TvfHxg