Malam ini kita ngomongin kuliner yuk sob!! Ada yang pernah mencoba mencicipi soto mie Bogor? Atau bahkan kamu sering menyantap kuliner khas Bogor selain asinan dan taoge goreng itu?

Selama setahun lebih ini saya tinggal di Bogor, banyak kesan yang saya rasakan. Masyarakat yang terbuka terhadap pendatang, teman-teman baru yang tak tergantikan, serta kuliner yang menggugah selera. Sebuah kota atau daerah tentu mempunyai makanan khasnya masing-masing, begitu pun Bogor. Menurut saya, soto mie ini termasuk kuliner khas yang tidak ada duanya di Bogor, setelah masakan kakakku yang gratis tentunya, hihihi.

Berbahan dasar utama daging sapi serta ada pula yang menambahkan kikil, soto mie ditemani pula oleh irisan kentang dan tomat, irisan kol, beberapa potong kroket (risol), bihun, dan tentu saja mie. Kemudian ada juga pedagang yang menaburkan emping di atasnya.


Rasanya... hmm, pas di lidah, menurutku. Kuah soto yang rasanya hampir sama dengan soto Bandung berbaur dengan bahan-bahan yang kusebutkan di atas. Daging sapi yang empuk, kroket yang gurih berpadu dengan segarnya irisan tomat dan kol. Namun, akan lebih nikmat bila kita menikmatinya dalam keadaan hangat dan di kala hujan deras, dingin, lapeeerrr.


Mengenai harga tentu beragam, tergantung dari kualitas bahan utama serta bumbu racikan pedagangnya. Namun, rata-rata harganya adalah 12 ribu rupiah per porsi, sudah termasuk nasi. Jika ingin yang harganya cukup terjangkau bisa dicoba di Sentul, tepat seberang SPBU Sentul. Harganya 9 ribu rupiah, rasanya tak kalah lezat dibanding soto mie lain, sangat worth untuk kantong cekak seperti saya hehehe.