Menepi di Foresthree


Sebenernya sudah lama saya tahu ada tempat makan namanya Foresthree di Bogor berkat tipografi di tembok kafe tersebut yang gede sekaligus jelas karena style hurufnya bold. Tapi baru sebulan yang lalu saya dan istri kesampaian mampir ke sana karena lagi males macet-macetan ke Pajajaran.



Berlokasi di Jl. Achmad Adnawijaya, Tegal Gundil, Bogor Utara, Foresthree menawarkan sensasi makan seperti di hutan. Dengan banyaknya spot-spot yang instagramable buat selfie dan arsitektur industrial yang menurut saya adalah sinonim dari hareudang tapi ternyata cukup oke karena banyak kipas angin di sana-sini, Foresthree bikin anak-anak muda makin betah untuk nongkrong berlama-lama di sana.




Sepintas yang saya lihat kemarin, menu Foresthree terdiri dari sajian Western dan Indonesia, tapi tampaknya menu Western lebih mendominasi. Saya memesan Riveria Pizza dan Americano Coffee, sedangkan istri mesen Spaghetti Carbonara dan Smoothies apa gitu namanya lupa.

Waktu tunggu pesanan terhidang di meja lumayan cepet, sekitar 10 menit semua menu udah dateng. Penampilannya wow banget. Kenapa wow? Karena mirip sama yang di foto buku menu. Hampir identik. Jarang kafe-kafe baru yang beneran menyajikan menu persis sama di foto.


Saya seruput Americano tanpa gula terlebih dahulu. Lumayan pas tingkat keasamannya (sumpah, sampah banget ngomentarin kopinya ya). Adapun Riveria Pizza sendiri terdiri dari topping seafood. Sengaja, saya pengen ngetes apakah seafoodnya seger, gak terlalu seger, atau cuma bakso-baksoan? Ternyata seafood asli, bukan bakso-baksoan.


Saya suka sama bumbu dan aroma Riveria Pizza; tanpa perlu dicocol saus sambal pun udah enak banget dan bikin nagih. Meskipun pizza yang saya pesan jenisnya tipis ala Itali, seporsi pizza yang terdiri dari enam slice ini cukup mengenyangkan. Untung belum sempet mesen side dishes lain.



Spaghetti Carbonaranya pun oke, saus kejunya pas, gak bikin eneg. Cuma porsinya kurang banyak hahaha, kalau saya kayaknya masih harus nambah camilan lain sih. Adapun untuk smoothiesnya saya cuman nyoba kuahnya. Entahlah, saya selalu sulit buat menyimpulkan makanan/minuman manis semacam es krim, smoothies, jus dan lain-lain. Enak-enak aja kayaknya, apalagi ini pake yoghurt dan stroberi yang menimbulkan sensasi asem-asem nagih gitu.

Pesen saya, kalo kamu beneran laper belum makan apa-apa sedari pagi, mendingan cari tempat makan lain. Karena rasa makanannya enak dengan harga yang terjangkau, banyak banget yang mampir ke Foresthree sehingga saya lihat selalu ada waiting list. Waktu itu kita nyaris kena waiting list, tapi gak lama kemudian udah dipanggil lagi dan dijemput menuju meja kosong yang udah dirapiin.

Oh ya, petugasnya ada banyak, berdiri tersebar di beberapa titik yang di telinga mereka terselip semacam tabung akustik ala-ala agen rahasia gitu. Berbekal alat komunikasi dua arah itu, gak heran koordinasi mereka lancar banget sehingga service terhadap pengunjung pun oke. Keren lah.

Satu lagi, kalo bawa mobil siap-siap buat parkir di pinggir jalan karena lapak parkir di sana yang sebenernya lumayan lega, sepintas selalu penuh tiap saya ngelewatin Foresthree.

Tempat makan enak sekaligus murah ya pasti banyak yang minat. Apalagi pas musim bukber kayak sekarang. Sabar ya.[]

No comments:

Powered by Blogger.