Pencarian Mi yang Lain: Yung Bangka Es Bogor



Karena penasaran sama mi ayam Bangka legendaris di Bogor selain Mi Apollo dan Mi Bangka AL, hari ini saya langsung berangkat mencoba Yung Bangka.



Yung Bangka menawarkan menu andalan berupa mi ayam bakso dan es campur, serta alternatif menu masakan seperti nasi goreng dan mi goreng. Kedai Yung Bangka yang saya singgahi merupakan cabangnya yang berada di Jl. Jend. Sudirman No. 15A, Bogor. Adapun pusatnya terletak di Jl. Kapten Muslihat, depan kantor PLN Kota Bogor.



Karena saya ingin membandingkan secara "emih to emih" dengan Mi Apollo dan Mi Bangka AL, maka saya memesan mi ayam komplit yang dilengkapi bakso, tahu dan pangsit. Harganya agak mahal sedikit dibanding Mi Bangka AL yaitu 27ribu. Dengan selisih 2ribu tersebut, tentu ekspektasi saya cukup tinggi; minimal porsinya sejumbo Mi Bangka AL.

Namun ekspektasi saya ketinggian sepertinya.


Mi ayam komplit Yung Bangka disajikan dalam mangkuk putih yang cukup lebar pun tinggi, tetapi porsi minya sedang-sedang saja. Menguar aroma menggoda, penampilan minya sama seperti di Bangka AL karena sudah diaduk dengan kecap alias yamin. Geruntulan ayam melengkapi pucuk gunungan mi yang disempurnakan pula oleh taburan bawang goreng.

Seperti biasa, saya mencoba kesemua itu tanpa ditambahi saos, kecap dan sambal. Sesumpit saya cicip, emm.. rasanya enak, namun tidak menimbulkan sensasi kejut seperti saya menyantap mi ayam Bangka AL. Tekstur mi cenderung kaku dan agak susah diaduk dengan saos, sambal dan kecap yang sengaja saya tambahkan. Berbeda dengan mi ayam Bangka AL yang sangat juicy dan seolah-olah membelit lidah supaya menyuap lagi dan lagi sampai habis.

Yang kentara dan istimewa dari semangkuk mi ayam komplit di Yung Bangka ini justru bawang gorengnya. Entah kenapa gurih banget dan mendominasi rasa keseluruhan mi ayam. Adapun perihal rasa mi dan topping ayamnya, menurut saya standar. Tidak seberkesan saat menandaskan semangkuk mi ayam di kedai Mi Bangka AL.

Terus gimana dengan tambahan pada mangkuk terpisah berupa bakso, tahu dan pangsit?



Nah, bakso, tahu dan pangsitnya justru lebih enak ketimbang di Mi Bangka AL yang tergolong plain. Kuahnya gurih, tahunya pun enak. Terlebih baksonya yang berukuran cukup besar dan padat, terpadu dalam semangkuk kuah lezat yang dilengkapi pula dengan sawi itu.



Selain mi ayam sebagai menu andalan, Yung Bangka menawarkan menu chinese food yang sering kita temui semisal nasi goreng, kwetiau goreng, capcay, dan sapo tahu. Istri sendiri memilih sapo tahu sebagai menu makan siang barusan, dan katanya lumayan enak. Saya cuma mencicip secuil udang dan tahu sutranya, karena memang gak terlalu doyan sama makanan berkuah semacam sapo tahu.

Apabila disuruh memilih dalam urusan "permiayaman", saya masih memilih mi ayam Bangka AL lantaran kesan seusai menyantap mi ayam Bangka tersebut entah mengapa awet banget menempel di pikiran sampai saat ini, alias memorable.

Kapan-kapan mungkin saya bakal coba ulas kedai Mi & Es Bangka di sekitar pasar Anyar, namanya saya lupa. Waktu itu kwetiau gorengnya sih enak banget. Mudah-mudahan masih eksis ya, sehingga suatu waktu saya bisa nyobain juga mi ayamnya.[]

No comments:

Powered by Blogger.