Sudah bukan rahasia bahwa Instagram adalah media sosial yang paling berbahaya bagi jiwa. Paparan yang ditawarkan oleh Instagram sangat silau.

Kebahagiaan dipamerkan dalam setiap scroll demi scroll. Seakan semua orang selalu bahagia dan tidak pernah hidup susah.

Hati kecil manusia memang unik. Ia cenderung tidak akan menyuruh otak agar turut berbahagia saat melihat orang-orang mengunggah konten penuh kebahagiaan.

Foto anak, foto bertiga suami-istri dan anak sambil tersenyum ke depan kamera, lazim saya temukan di Instagram. Sambil mengharap produsen peralatan bayi nge-DM perihal tawaran endorsement.

Bagi yang masih single, mungkin pikirannya masih mengawang-ngawang untuk melarikan jiwa merambah destinasi wisata sejauh mungkin melalui akun selebgram travelling.

Biru laut, hijau pinus, putih salju, kinclong sunblock mewarnai feed demi feed, hingga tersadar bahwa ia sedang bekerja eight to five di balik kubikel.

Di balik kefanaan Instagram, saya menemukan 10 akun Instagram asal Indonesia yang cukup bikin saya happy berkat unggahan-unggahan yang menginspirasi.

Bukan sebaliknya: bikin saya resah sepanjang hari karena merasa hidup begini-begini aja.

1. Yoris Sebastian


Pertama kali tahu Mas Yoris dari perannya sebagai juri Djarum Black Innovation yang dulu rutin digelar tiap tahun.

Branding yang saya tangkap dari seorang Yoris Sebastian adalah kreatif.

Sampai sekarang ia masih saja lekat dengan kreativitas, mulai dari proses hingga keluaran apa yang terhasil dari sebuah kerja otak kanan.

Di akun Instagramnya, Mas Yoris tetap konsisten untuk mengedukasi sekaligus mengadvokasi anak-anak muda dengan berbagi pengalaman seputar pekerjaannya sehari-hari, yang membuat saya sebagai salah satu followersnya terinspirasi.

2. Yandy Laurens


Sutradara kesayangan yang lumayan harum namanya lewat web series "Sore: Istri dari Masa Depan" dan "Mengakhiri Cinta dalam 3 Episode".

Menurut saya seorang seniman yang baik adalah yang berhasil mengelaborasi ide-ide sederhana menjadi karya yang ngena banget di hati.

Dan Yandy termasuk tipikal sutradara semacam itu. Khususnya film pendek yang pernah ia ikutsertakan dalam ajang HelloFest yang berjudul "Badminton".

Kampret bener lah idenya, bikin sebel saking ngirinya kenapa dia bisa kepikiran menuangkan ide seremeh itu menjadi film pendek yang menawarkan kebaruan.

Dan dengan mengikuti akun Instagramnya, saya berusaha mengintip dapur-dapur idenya Yandy Laurens.

3. Tirto


Karena saya membaca tulisan Arman Dhani sejak dia nulis di jakartabeat.net, saya jadi keracunan untuk mengikuti ke mana saja dia menulis. Padahal mungkin sekarang, dia udah gak nulis di Tirto lagi.

Tirto adalah situs berita yang bebas mengusik siapa saja. Kiri atau kanan, muslim atau atheis, LGBT hingga seksis.

Multi perspektif, yang mungkin menurut mayoritas masyarakat Indonesia adalah tanda-tanda penjilat.

Selain style tulisan yang usil namun tetap komprehensif, yang saya suka dari Tirto tentu saja Infografisnya, yang rutin pula diunggah melalui akun Instagramnya.

4. Adjie Santosoputro


Feed-feednya bikin adem. Mas Adjie selalu konsisten untuk hidup pada hari ini, living in the moment di tengah keriuhan era media sosial seperti sekarang.

Saya mendapat suntikan motivasi yang sebetulnya bukan disengaja ia bentuk sebagai motivasi, pada saat saya berada dalam fase depresi. Ternyata kuncinya satu: menerima; nrimo.

5. Iqbal Hariadi


Selain podcastnya yang bikin nagih, caption-caption Iqbal di akun Instagramnya pun lumayan bikin merenung.

Sama seperti podcast dan blognya, Iqbal konsisten mengunggah konten di Instagram yang topiknya relate sama anak muda usia 22 hingga menjelang 30 tahun.

6. Mada Riyanhadi


Pendobrak tren IG Stories yang semula cuman ajang pamer dengan kualitas konten menyedihkan, menjadi lahan menciptakan karya cukup dengan mengandalkan tools seadanya yang terdapat pada fitur IG Stories di Instagram.

7. Nganu666


Cukup rajin mengunggah observasi-observasi ngehenya di feed Instagram terkait starter pack pakaian yang kerap digunakan oleh tokoh-tokoh yang berseliweran di sekeliling kita seperti pekerja korporasi, buruh pabrik, hingga anak agensi.

Kadang bikin gemes karena starter pack yang dishare beneran relevan sama kelakuan manusia yang sehari-hari saya jumpai di sekitar saya.

8. Mohammad Taufiq


Alias Emte yang dikenal sebagai Illustrator. Karyanya keren banget. Susah diungkapkan.

Saking khasnya, saya bisa menyebutkan hasil karyanya dia tanpa perlu Emte membubuhkan watermark pada gambar-gambar bikinannya.

9. Kang Jamal


Singkatan dari Tukang Jajan Malam. Merupakan akun Instagram yang fokus mengunggah destinasi makan malam.

Foto-foto makanan yang gak terlalu kelihatan dibuat-buat hasil jepretan Kang Jamal alias tukang jajan malam ini sangat rentan menggagalkan diet.

10. Instagram saya sendiri


Bukan Leo namanya kalau gak membangga-banggakan diri sendiri.

Secara otomatis, setiap kali membuka aplikasi Instagram di hape, pasti saya melihat profil saya sendiri. Mengamati pola grid, apakah sudah matching tona warnanya, atau nabrak-nabrak?

Begitu terus sampai ketiduran, dan pagi-paginya saya buka hape, lantas melakukan hal yang sama.

Sejujurnya ini kesaksian saya yang paling memalukan.[]

Sumber foto: Pexels.com