Saya pernah merasakan betapa tersiksanya saat jatuh sakit.

Sempat mengalami tensi darah mencapai 180/110. Salah satu penyebabnya adalah waktu itu saya mesti berangkat kerja dengan jarak total pulang-pergi 55 kilometer dan bermacet-macet sepanjang jalan. Kalau hari Sabtu masuk setengah hari, saya terpaksa pulang panas-panasan dan menempuh jalan pulang dengan durasi 3 jam.

Solusi yang saya ambil waktu itu adalah mulai rutin jogging setiap Minggu pagi sekitar satu jam, dan bermeditasi 3 menit tiap pagi sebelum berangkat kerja. Perlahan, saya pun mulai mengubah pola hidup demi hidup yang lebih baik.

Sebagai orang yang masih terkategori muda tapi pernah ngerasain penyakit-penyakit orang tua, apa saja tips-tips hidup sehat demi hidup yang lebih baik yang pernah dan sedang saya terapkan?

Minum air putih




Saya benci jika tenggorokan saya kena radang lantaran lupa minum air putih. Merembetnya ke mana-mana. Selain sakit saat menelan, kepala tiba-tiba puyeng, hidung mampet, otot-otot pegal dan linu. Hot & Cream mungkin barang wajib yang perlu saya bawa ketika saya bepergian atau menginap beberapa hari keluar kota.

Ke mana pun saya pergi, wajib membekali diri dengan tumbler berkapasitas standar 500 ml. Mau itu habis pun tak masalah. Tinggal saya beli air mineral, kemudian saya refill tumbler tersebut dengan air mineral botolan yang saya beli.

Air putih biasanya menjadi satu-satunya jenis minuman ketika saya bekerja lebih dari 8 jam. Karena aktivitas yang padat akan menurunkan kondisi tubuh menjadi di bawah standar tubuh fit, sehingga sangat rentan tertular penyakit apabila saya sembarangan memberi asupan dengan kafein berlebihan.

Jalan kaki


Saya menyadari otak gak bakalan berputar dengan efektif jika tidak dibantu dengan mengolah tubuh. Sebab otak masih bagian dari satu kesatuan sistem manusia yang kompleks.

Cara termudah untuk mengolah raga yang gak bakalan terasa seperti olahraga adalah berjalan kaki.

Aktivitas berjalan kaki dapat dilakkukan dengan sengaja, maupun kita lakukan sebagai rutinitas yang mau tidak mau tetap kita lakukan. Misal, berjalan kaki menuju stasiun, kantor, hingga menuju warung nasi untuk santap siang.

Berapa lama waktu ideal untuk berjalan kaki?

Total 30 menit berjalan kaki sepanjang hari, saya rasa cukup untuk dilakukan seseorang yang merasa pergi ke gym adalah tindakan buang-buang waktu dan membakar uang.

Makan cukup




Makan terlalu sedikit bikin kita sakit. Makan terlalu banyak tidak membuat kita sehat.

Makan dengan porsi yang cukup, yang seringkali saya rasakan sebagai hal yang berat, terus terang saja membuat tubuh saya mampu mengeluarkan energi yang optimum.

Dengan asupan makanan yang cukup (tidak kurang dan lebih) tubuh jadi gak mager, gak ogah-ogahan. Sehingga saya pun dapat lebih produktif dalam menjalani hari-hari.

Meditasi


Aktivitas yang sejak 2016 hingga 2017 saya lakukan setiap hari, dan sepanjang 2018 jarang saya lakukan lagi. Padahal efeknya sangat luar biasa.

Saya jadi mampu untuk berpikir lebih jernih. Gak gampang panikan, memiliki ruang permakluman yang lebih luas, serta lebih menyadari apa yang sedang saya lakukan saat itu.

Diet media sosial


Tentu saja, sebab kesehatan bukan hanya soal kesehatan fisik, namun juga kesehatan jiwa.

Menyuplai otak dengan asupan-asupan positif sangat berdampak signifikan.

Sehingga saya merasa, diet media sosial adalah keputusan terbaik yang pernah saya lakukan untuk hidup yang lebih baik sehingga saya sadar apa itu sebenarnya fungsi utama media sosial yang seharusnya dapat saya manfaatkan, bukan saya yang dimanfaatkan media sosial.[]

Sumber foto: Pexels.com