Pernyataan retoris yang mungkin menurut orang udah basi mengatakan: Penyesalan selalu datang di akhir. Kalau di awal namanya pendaftaran.


Sebelum benar-benar menemukan jati diri bahwa saya itu siapa, diciptakan untuk ngapain, dan mesti mengabdi alias berdayaguna untuk siapa, saya sering bergumul dengan penyesalan.

Dan menurut saya, memilih sekolah adalah hal yang krusial sehingga jika kita salah memilih, bakal menimbulkan penyesalan. Karena berpengaruh banget sama masa depan yang selanjutnya dihadapi sekaligus mau gak mau terus dijalanin.

Saya jadi mikir, apakah anak saya kelak bakal mengalami perasaan yang sama seperti saya dulu? Mudah-mudahan dia lekas belajar banyak dari kesalahan bapaknya.


Selain memilih sekolah, memilih pasangan hidup pun amat rentan menimbulkan penyesalan. Apalagi kalau kita hanya memandang calon pasangan hidup dari satu sisi saja: misal fisik; cantik, ganteng, dan kata sifat lain.

Sebab untuk menjalin kehidupan yang berkelanjutan membutuhkan banyak parameter agar kapal tetap seimbang melintasi masa depan hingga pada akhirnya mulus bersauh pada tujuan yang sebenar-benarnya tujuan.

Dan hal sepele yang paling sering bikin menyesal adalah... salah milih model rambut


Sebenarnya bukan karena salah milih model rambut lantaran model rambut ya gitu-gitu aja. Yang menjadi masalah adalah, apes lantaran tukang cukur langganan kebetulan lagi tutup, dan kita gak sabar pengen cukuran, sehingga memutuskan untuk asal mampir ke tukang cukur mana aja yang buka.

Perasaan menyesal saat mendapati model rambut yang aneh biasanya awet berhari-hari. Mau gak mau, dalam 2 minggu kita harus sabar mengenakan model rambut keliru ini dan bertemu orang-orang yang berseliweran dalam keseharian kita. Yang belum tentu memahami kesalahan kita yang selalu berbuah penyesalan.[]

Sumber gambar: Pexels.com