Keinginan saya sepertinya selalu berbanding terbalik dengan kemampuan. Apakah mungkin memang naturalnya seperti itu: keinginan selalu melampaui apa yang sebenarnya kita butuhkan?

Selain keinginan berupa materi yang lumayan fana untuk dituliskan, berikut daftar keinginan-keinginan yang sering kali saya nazarkan dalam hati namun belum berhasil juga untuk saya mulai lakukan.

1. Mandi sore sepulang kerja


Pas masih kecil dulu saya diwajibkan mandi sore karena kalau enggak dilakukan, bapak saya bakal marah besar. Kami memang wajib mandi 2 kali sehari sebab sebagai anak kecil yang jarambah keluyuran ke berbagai sudut kampung, pasti pada tubuh kami lengket melekat kuman-kuman yang kalau tidak dibilas, bakal betah berkembang biak dan mengikuti ke mana pun saya berada.

Realisasinya, sepulang kerja biasanya saya leyeh-leyeh di sofa, mantengin TV sambil maen hape. Kemudian tersadar bahwa jam udah nunjukkin pukul 9 malam dan hawa udah terasa terlalu dingin untuk mandi.

Solusinya gimana?

Sepertinya kegiatan mandi sore memang harus langsung dilakukan dan gak usah dipikirkan, lakukan saja. Perilaku impulsif efektif mengecoh cara kerja otak yang lebih suka memilih untuk melakukan pekerjaan repetitif ketimbang aktivitas produktif.

2. Salat berjamaah di masjid


Untuk berbuat kebajikan memang banyak godaannya. Padahal letak masjid sebenernya gak terlalu jauh dari rumah. Tetapi selalu saja ada alasan untuk tidak berangkat salat berjamaah di masjid.

3. Mengontrol nafsu makan


Sebab kata Mas Deddy Corbuzier, tubuh itu dibentuk bukan di gym, melainkan di mulut. Apa yang kita makan, sebanyak apa kita makan, itulah yang bakal menentukan perut kita buncit, nomor celana makin melampaui ukuran 40, hingga mengurangi kepercayaan diri.

Saya ingin seperti orang-orang yang menganggap makan sekadar kebutuhan. Bukan sebuah bentuk kepuasan. Saya masih memandang aktivitas makan sebagai kegiatan rekreasi yang merilekskan otak sekaligus terpuaskan berkat cita rasa makanan yang yahud dengan porsi segambreng.

4. Lancar berkomunikasi di depan umum


Tak peduli mau pakai bahasa Indonesia apalagi Inggris, sampai sekarang saya selalu belepotan kalau disuruh berbicara di depan umum. Menurut senior di tempat kerja sih katanya cuman masalah jam terbang aja. Lama-lama bakal biasa apabila sering latihan. Practice makes perfect.

Akhir-akhir ini saya sedang mencari solusi tepat bagi orang-orang yang ingin lancar berkomunikasi di depan umum.

5. Berkarya


Bukan, yang dimaksud Berkarya bukan sebuah nama partai.

Pada intinya saya senang menghasilkan sesuatu yang berasal dari pemikiran campur perasaan. Berupa gambar, foto, tulisan, mungkin ke depannya bentuk audio.

Keinginan untuk terus konsisten menghasilkan karya sampai saat ini belum kesampaian dan masih masuk dalam daftar keinginan yang belum tercapai.[]

Sumber gambar: Pexels.com