Pilih menjadi blogger full time atau blogger part time?
Bila pertanyaan barusan ditanyakan saat ini, saya akan menjawab menjadi bloger paruh waktu aja.

Sebab untuk menjadi bloger penuh waktu memerlukan komitmen dan juga resource yang enggak sedikit. Komitmen untuk menulis setiap hari bahkan tiap waktu dalam interval yang telah ditentukan. Lantaran objektifnya jelas: bagaimana mendatangkan penghasilan berkelanjutan yang bikin dapur terus ngebul.

Resource berupa tumpukan referensi di otak yang mustahil begitu-begitu saja, wajib banget mesti kita perbaharui dengan insight-insight baru yang tentu saja menghabiskan waktu yang enggak sedikit, dan sedikit modal misal untuk beli buku baru, berlangganan tulisan-tulisan premium di Medium, hingga kuota internet unlimited di rumah.

Adapun modal hosting atau domain sendiri dalam ngeblog, menurut saya tak begitu mahal. Ngeblog tak begitu memerlukan sumber daya semahal plus seribet ngevlog yang untuk menghasilkan konten video yang biasa-biasa saja, butuh kamera belasan juta, lighting, audio, dan printilan lain yang malahan bikin kreativitas kita terdistraksi.

Sehingga otak kreatif kita bukannya berusaha membuat karya yang bagus, sebaliknya, malah sibuk berkutat dalam kolam-kolam teknis yang tak berujung. Lama-lama juga capek.

Yang lebih kompleks ketimbang modal berupa uang dalam kegiatan ngeblog adalah pengelolaan waktu


Ini yang menurut saya paling sulit. Jika saya berhasrat menjadi bloger penuh waktu, maka sebagai konsekuensinya, saya mesti meninggalkan pekerjaan full time dan fokus untuk membuat konten blog saja dengan membidik suatu tema secara konsisten, sembari keliling mengambil tawaran-tawaran pekerjaan freelance lain yang tidak mengikat.

Sebab waktu minimal 8 jam untuk bekerja di sebuah institusi dalam sesehari, sisa waktu dalam sehari tak seluang seperti yang dibayangkan. Otak butuh istirahat sejenak. Dan jika otak sudah berhasil diistirahatkan, coba tebak, apa yang akan terjadi?

Biasanya ketiduran di sofa saking nyamannya otak beristirahat


Belum mesti menyempatkan membaca buku-buku maupun artikel referensi yang berguna sebagai gizi pembangun tulisan-tulisan di blog kita, pun memerlukan banyak waktu luang. Membaca pun menjadi tantangan saya, tak seperti dulu, sekarang saya baru memegang buku 15 menit, tahu-tahu kebangun jam 2 pagi dan buku yang saya pegang terjatuh atau terlipat pantat.

Jadi untuk saat ini, saya memilih untuk separuh-separuh dulu ngeblognya


Lagi pula setidaknya, jika sebuah kegiatan dilakukan secara paruh waktu, beban saya untuk mendapatkan uang plus ketenaran tidak akan sebesar andai saya menyandarkan diri sepenuhnya pada kegiatan ngeblog.[]

Sumber gambar: Pexels.com